[Oneshoot] CRIMINAL

CRIMINAL

    Im Yoona  ||  Oh Sehun

Rate :  PG-17++

  Warning :  Yang masih di bawah umur jangan dibaca ya ^^

 

—     

Mungkin tak pernah terbesit di benak orang-orang untuk menjadikan sebuah gedung tua yang bahkan beberapa sisinya sudah hancur sebagai tempat tinggal.Namun tidak dengan dua orang berbeda gender itu,mereka justru menjadikan gedung tua tersebut sebagai istana.

Kurang lebih dua tahun mereka hidup bersama di tempat itu,awal pertemuan mereka terbilang cukup berkesan,di mana saat itu keduanya sama-sama merampok sebuah minimarket dan usaha mereka gagal.

Mereka terus menghindari kejaran dari pihak keamanan dan akhirnya berakhir di gedung tua yang saat ini menjadi tempat tinggal menyenangkan bagi mereka.

Sayang sekali di usia yang seharusnya mereka manfaatkan untuk menikmati masa-masa muda,mereka harus menyandang status sebagai criminal dan masuk dalam daftar pencarian orang.Beruntung sampai saat ini pihak kepolisian belum menemukan mereka.

Tapi anehnya mereka mengaggap hidup keras yang mereka jalani sebagai hal yang menyenangkan dan sayang untuk dilewatkan.

“Bank itu adalah target kita selanjutnya.”

Gadis itu menatap bangunan yang ditunjuk oleh pria di sebelahnya dengan mata berbinar sambil menjilat bibirnya membuat kekehan kecil keluar dari mulut pria itu.

“Kau seperti orang yang tak pernah makan.”

“Kau benar,aku lapar sekarang.” Ujar gadis itu sambil mengusap perutnya lucu kembali mengundang tawa dari pria tampan di sebelahnya.

“Jadi,kapan kita— ?”

“Ckckck….sabar dear,kita akan menyusun rencana terlebih dahulu.”

Mobil hitam itu meninggalkan tempatnya seolah menghilang dari sekitar bangunan itu.Hmmm..kendaraan yang cukup mewah untuk ukuran seorang perampok.

“Selesai !”

Namja itu merebahkan tubuhnya di lantai setelah menyusun rencana dan segala persiapan yang mereka butuhkan untuk pertunjukan besok.Dari arah dapur muncul seorang gadis menggunakan tanktop hitam dan hotpants yang mengekspos kaki mulusnya.

Gadis itu membawa gelas berisi minuman dan menyodorkannya kepada namja berkulit pucat itu,ia tersenyum melihat perlengkapan yang telah disiapkan namja itu.

“Kau bercanda memberi jus jeruk kepada seorang penjahat ?”

“Ayolah,jeruk baik untuk kesehatanmu.”

Gadis itu mengambil tempat di sofa usang dan menyalakan TV sebagai hiburan,tak ada acara yang menarik pikirnya.

“Tidurlah,ini sudah larut .”

“Kau juga.”

Namja itu beranjak dari tempatnya dan memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa empuk dengan menggunakan paha gadis itu sebagai bantalannya.

“Aku belum mengantuk,Sehun-ah.” Ujar gadis itu sambil mengusap surai perak dari lelaki yang saat ini tengah memejamkan matanya,tapi lelaki itu belum tidur.

Keheningan melanda ruangan itu,hanya suara dari benda berbentuk kotak yang menampilkan acara komedi yang sepertinya gagal membuat yeoja yang sedang menonton itu untuk tertawa.

Angin malam yang masuk melalui jendela yang cukup lebar membuat tubuh gadis itu menggigil,namun ia tak tega membangunkan namja yang telah tertidur di pangkuannya.

Ia melirik jam di tangannya yang telah menunjukkan angka 1 membuatnya ikut memejamkan mata dan menyiapkan tenaga untuk besok.

“Yoong ?”

Ternyata namja itu belum tidur,merasa orang yang dipanggil tak meresponnya ia bangun dan menatap gadis di sampingnya yang tertidur dalam posisi duduk dengan kepala yang menunduk.

Namja itu berdecak sebelum beranjak dari tempatnya  mengambil selimut untuk menghangatkan tubuh menggigil gadis itu.

“Bodoh !”

Setelah membalut tubuh yeoja itu dengan selimut,ia menunduk di depannya dan tersenyum melihat wajah polos yang berbanding terbalik saat gadis itu bangun.

Sehun mengelus pipi yeoja itu kemudian meletakkan tangannya bawah lutut serta leher kemudian mengangkat Yoona ke kamar—salah satu ruangan di bangunan itu yang mereka sebut sebagai kamar.

Namja itu kembali membetulkan posisi selimut Yoona dan mengecup keningnya,kemudian ia berjalan ke sisi lain tempat tidur dan ikut berbaring.

Jaljayo ~ “

Sinar matahari menerobos masuk ke celah-celah sebuah ruangan membuat seorang gadis mengerjapkan matanya menangkap cahaya yang masuk.

Gadis itu melenguh pelan sebelum mata indahnya benar-benar terbuka,ia menatap sekelilingnya dengan alis berkerut,seingatnya ia tertidur di sofa semalam.Apa dia berjalan tidur ?

Morning,dear ~”

Yoona menoleh ke samping dan menemukan sosok lelaki yang ia yakini sebagai penyebab dirinya membuka mata di tempat ini.Mereka bertukar senyum sebelum sang pria mengecup benda kenyal merah muda di wajah gadis itu.

“Tsk ! Dasar.” Cibiran Yoona ditanggapi kekehan oleh Sehun.

Gadis itu menyingkap selimut yang membalut tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi,begitu pula dengan Sehun,tentunya dengan kamar mandi yang berbeda.

Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka menampilkan seorang gadis dengan balutan handuk putih dan rambut panjangnya yang basah.

“Kau lama sekali.”

“Kau yang terlalu cepat.”

“Bagaimana penampilanku ?”

Namja itu mendekat sambil berpose a la pria-pria berdompet tebal dengan setela jas dan kemeja serta sepatu hitam mengkilat dan rambut yang ditata rapi.

Perfect.

Tapi Yoona justru menaikkan salah satu alisnya dan menatap namja itu aneh.

“Ayolah,jangan tatap aku dengan wajah seperti itu,berikan pendapatmu.”

“Dari mana kau mendapat potongan kain ini ?”

Yoona berjalan mengitari tubuh pria itu sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil,Sehun memutar bola matanya malas dan meraih bahu yeoja itu.

Wae ?” Tanya Yoona.

Tak tahan dengan tatapan polosnya Sehun langsung melumat bibir gadis itu tak sabar,aroma shampoo yang digunakan Yoona begitu memabukkan bagi Sehun.

Namja itu memperdalam ciumannya saat Yoona mengalungkan tangannya di leher namja itu dan merapatkan tubuhnya.

Perlahan ciuman namja itu turun ke leher mulus nan putih milik Yoona,gadis itu mendongakkan kepalanya saat Sehun menghisap lehernya kuat.

“A-akhh..” Satu desahan lolos dari bibir Yoona,alunan indah itu membuat tangan nakal Sehun merayap ke punggung gadis itu hendak melepas handuk yang dipakai Yoona.

“Cu-cukup…hhh….”

Terdengar helaan nafas kecewa dari namja itu saat Yoona mendorong tubuhnya menjauh,kenikmatan yang ia rasakan seperti hilang begitu saja.

“Keluarlah.”

“Tidak mau !” Ujar namja itu sambil melipat kedua tangannya di dada.

PLUK

“KELUAR !”

Yeoja itu melempar handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya tepat di wajah Sehun,ditambah teriakannya yang keras membuat namja itu harus segera meninggalkan tempatnya.

“Sekarang aku akan masuk ke sana dan tunggu perintah dariku.”

Chup ~

“Berhati-hatilah.” Namja itu tersenyum menerima kecupan dari Yoona.“Pastikan kita tetap terhubung.” Ujar Sehun.

Namja itu keluar dari mobilnya sambil menenteng tas dan masuk ke dalam bangunan yang menjadi target mereka.Dari dalam mobil Yoona terus mengawasi pergerakan namja itu dan juga keadaan di sekitar bangunan sambil menikmati ice cream cup yang ia sediakan.

Di dalam gedung Sehun mulai menjalankan rencananya,pertama ia masuk ke salah satu toilet untuk membuka gambar desain bangunan tersebut dan menentukan titik-titik mana yang akan ia gunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan peledak.

Setelah itu ia membereskan kamera-kamera pengintai yang terpasang di bangunan tersebut,jumlah kamera cctv yang banyak cukup membuat namja itu kesulitan.Maklum saja,bank yang akan mereka bobol kali ini termasuk bank terkenal dan salah satu yang terbesar di Korea.

Peledak yang mereka pasang dalam bangunan itu tidak berbahaya karena daya ledaknya tergolong rendah,bom itu mereka gunakan sebagai pengalih perhatian saat mereka mulai menjalankan aksinya.

Setelah dirasa persiapan sudah lengkap,ia menghubungi yeoja yang masih berada di luar dengan alat yang sekilas terlihat mirip dengan earphone.

Setelah menerima tanda dari Sehun,gadis itu membersihkan mulutnya yang penuh remah-remah bekas cemilan yang ia makan.Yoona mengambil dua pistol di jok belakang mobil dan menaruhnya di kedua sisi pinggangnya.

Tak lupa ia mengambil koper yang akan mereka gunakan untuk menyimpan uang hasil curian mereka.Sebelum keluar ia mengikat rambut panjangnya yang terurai dan mengencangkan tali sepatu bootnya.

Yeoja itu menghembuskan nafasnya.”Aku masuk sekarang.”

DUARR

Seketika orang-orang yang berada dalam bangunan itu terkejut mendengar ledakan yang berasal dari lantai dua,beberapa security berlari menuju lokasi ledakan sementara pegawai  lain berusaha menenangkan orang-orang yang terlihat panik.

DUARR

Ledakan kedua terdengar dari sisi kanan bangunan membuat pihak keamanan kewalahan,beberapa orang bahkan telah berlarian keluar bangunan.

DUARR

DUARR

Ledakan-ledakan lainnya yang bersumber dari sisi lain bangunan membuat pihak keamanan semakin kewalahan.Keadaan dalam bank megah nan mewah yang kacau berantakan langsung dimanfaatkan oleh dua orang yang menjadi penyebab kekacauan ini.

Dear ~ di sini.”

Yeoja itu langsung berlari ke arah namja yang memanggilnya,tak salah lagi namja itu Oh Sehun.Mereka berdua mulai membobol brankas tempat penyimpanan uang dengan alat yang telah mereka rakit sebelumnya.

Yoona mulai memasukkan uang-uang tersebut ke dalam koper yang ia bawa begitu pula dengan Sehun,koper yang mereka gunakan untuk menampung uang hampir penuh.

“BERHENTI KALIAN !”

Dua security berdiri siaga di depan pintu,kedua orang itu menggeram kesal dan terpaksa menghentikan aksinya,Yoona dan Sehun bergegas menutup koper masing-masing.

“Hun,ambil ini dan aku akan mengurus mereka.”

Yoona melempar koper di tangannya ke arah Sehun dan menarik pistol yang ia simpan di pinggangnya.Sehun menerobos kaca jendela meninggalkan sedikit goresan di wajahnya,sebenarnya ia sedikit khawatir dan tidak tega meninggalkan yeoja itu melawan security-security yang mulai banyak berdatangan.

“Aku harap kau baik-baik saja.”

Suara tembakan mulai mendominasi tempat penyimpanan uang tersebut,seorang yeoja mengarahkan pistolnya ke beberapa security yang mencoba menangkapnya.Tak jarang ia menggunakan bagian tubuhnya yang lain karena senjata saja tak cukup untuk melawan mereka.

“Gawat !” Batin Yoona mulai gusar,pelurunya menipis sementara security tersebut masih belum menyerah juga.

DOR

“A-Akh….”

Yoona terhuyung ke belakang saat seorang security menembak tepat mengenai pahanya,tapi ia berusaha bangkit dengan mengabaikan rasa sakit akibat peluru tersebut.

“Sial ! Masih ada lima yang harus kutangani.” Umpat gadis itu.

Kali ini pelurunya benar-benar habis,terpaksa ia melawan orang-orang itu dengan tangan kosong.Gadis itu mulai maju dan memukul lawan-lawannya,rasa sakit di pahanya membuat pergerakannya cukup lambat dan sedikit kewalahan.

DUAGH

SRAK

“Akhh…”

“Kena kau !”

Salah seorang dari mereka menekuk lutut Yoona dan menelintir tangan yeoja itu ke belakang membuatnya tak bisa bergerak sekarang.Nafas Yoona terengah-engah dan menatap mereka penuh amarah.

Sh*t !” Umpat gadis itu.

“Bawa dia——-“

DOR

DOR

DOR

“SEHUN !”

“Maaf membuatmu menunggu.”

Sehun langsung memapah gadis itu dan membawanya keluar bangunan setelah membereskan security-security tersebut.Namja itu segera menstarter mobilnya dengan kecepatan maksimum dan meninggalkan tempat itu.

Seorang yeoja tengah berbaring lemah sambil menunggu namja itu menyelesaikan tugasnya.Peluru yang bersarang di pahanya belum keluar karena tertanam cukup dalam.

Sehun dengan hati-hati membedah paha gadis itu dan berusaha mengeluarkan sebutir peluru di dalamnya,sesekali yeoja itu meringis kesakitan meskipun pahanya telah diberi obat bius.

“Hufftt..selesai.”

Peluru itu telah berhasil dikeluarkan Sehun,tinggal membalut paha gadis tersebut dengan perban dan memberinya obat,selesai.

“Siapa suruh kau memakai hotpans,ingin menggoda security sialan itu ?”Ujar Sehun tidak suka.

Namja itu melepas pakaian di tubuh bagian atasnya karena merasa panas setelah melakukan aksi menegangkan itu.Peluhnya bercucuran dan rambutnya sedikit berantakan,namun penampilannya malah terkesan seksi. #mimisan

“Siapa tahu security itu tergoda dengan pahaku dan mengurungkan niatnya untuk menangkap kita.” Jawab Yoona cuek,ia mencoba menggerakkan kakinya yang mati rasa akibat obat bius itu.

“Berani kau melakukannya akan kubuat kau tidak bisa berjalan selama seminggu.”

Gadis itu malah tertawa keras mendengar ancaman mengerikan dari kekasihnya.Benar ! Sebenarnya mereka adalah sepasang kekasih.

“Tsk ! aku sudah biasa dengan itu.” Perkataan Yoona membuat namja itu mendekat dan menatap yeoja itu dengan alis yang terangkat satu.

Sehun duduk di pinggir tempat tidur dan meletakkan kedua tangannya di sisi kepala yeoja itu dengan tubuh yang agak dicondongkan ke bawa,jangan lupakan smirk yang terpampang di wajah tampannya.

“Jadi kau ingin kukasari lebih,hmm ?”

“Tidak masalah tapi jangan sekarang atau kupatahkan kakimu.”

“Kupegang perkataanmu dear.”

Namja itu menjauhkan tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu,kemudian ia mengecup kening Yoona pelan.

“Istirahatlah,kau pasti lelah.”

“Tsk ! Kau seperti tidak mengenalku saja.”

Perlahan Yoona menyingkirkan selimutnya dan bangkit dari tempat tidur kemudian menyuruh namja itu mendekat ke arahnya.Ia mengambil kotak obat di samping ranjang dan menarik wajah Sehun agar lebih dekat.

“Pipimu tergores.”

Yoona membelai lembut bagian yang tergores itu sebelum menutupnya,setelah itu ia menangkup kedua pipi Sehun dan mengecup salah satu sisinya.Refleks namja itu membawa Yoona ke pelukannya dan menumpukkan dagunya di pundak yeoja itu.

“Maaf,aku membuatmu terluka.Lagi.”

Yoona tersenyum.”Aku baik-baik saja,jangan khawatir.”Sehun mengusap punggung yeoja itu pelan.

“Yoong ~”

“Hmm ?”

“Maaf.“ Yeoja itu mengernyitkan alisnya tak mengerti.”Aku sudah tidak tahan lagi,saranghae.

Chu ~

Di siang yang agak mendung itu turun rintik-rintik hujan yang semakin lama semakin deras,angin yang berhembus cukup kencang membuat toko-toko tutup untuk sementara.Para pejalan kaki berlarian mencari tempat berteduh.

Namun suasana kota Seoul yang dingin berbanding terbalik dengan keadaan di suatu ruangan dimana dua sejoli sedang memadu kasih.Hembusan angin yang menerobos masuk  melalu jendela menerbangkan tirai pelindungnya tak membuat dua tubuh polos yang menyatu itu menggigil.

“Ak-akan kupatahkan hnn….kakimu setelah—Ahh… ini Oh Sehunnhh…”

“Te-terserah—Ahh…kau saja ouhh..ahhhh…”

Suara petir di luar sana seolah bersahut-sahutan dengan desahan dan teriakan dari kamar panas tersebut.

“YOONA-AH ahh…..”

Namja itu langsung merebahkan tubuhnya di samping yeoja itu setelah ia meneriakkan nama pasangannya di ronde terakhir.Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka yang mulai merasakan dinginnya udara yang masuk.

Seorang gadis tengah mengerjapkan matanya pelan,sepertinya ia menyadari bahwa hari sudah malam.Ia menatap wajah tampan yang masih terlelap di hadapannya,perlahan tangannya turun ke bawah melepas tangan besar milik pria itu yang memeluk pinggangnya.

Gadis itu sedikit meringis saat hendak bangkit dari tempat tidur dan memakai asal pakaiannya yang tergeletak di lantai.Belum lagi pahanya sembuh kini ditambah lagi dengan sakit akibat permainan kasar kekasihnya.

Yoona berjalan menuju lemari pendingin dan meneguk segelas minuman berkaleng,ia benar-benar haus sekarang.

Setelah itu ia berjalan ke ruang tengah dan melihat hasil kerja mereka terhambur di sofa,ia tersenyum kecil dan memegang uang-uang tersebut.

Yeoja itu mengambil remote dan menyalakan televisi,lagi-lagi ia tersenyum melihat hampir seluruh channel dipenuhi oleh berita tentang mereka.

“Kenapa tidak membangunkanku,hmm ?”

Namja yang baru bangun itu langsung mengambil tempat di samping Yoona dan memeluk yeoja itu dari samping dan kepalanya yang ia tumpukkan di bahu yeoja itu.

“Aku pikir kau lelah dengan permainanmu sendiri,Tuan Oh ” Sehun meresponnya dengan kekehan kecil.

“Kau lapar ?” Tanya Yoona tanpa mengalihkan pandangannya dari tontonan di hadapannya.

“Apa ada sesuatu yang bisa dimakan ?”

“Aku rasa masih ada sedikit roti di lemari.”

“Hanya itu ?”

“Tomat,brokoli,dan sepotong mentimun di kulkas.”

“Hnn…setidaknya bisa mengganjal perut.” Namja itu beranjak dari tempatnya menuju dapur,sementara Yoona masih sibuk menonton sambil memakan sisa cemilan malam kemarin.

“SAUS TOMATNYA ADA DI DEKAT KOMPOR.” Teriak Yoona.

Tak lama kemudian Sehun muncul dari dapur sambil mengunyah makan malam yang seadanya dan kembali duduk di tempatnya.

Sehun menyodorkan roti berlapis sayuran dengan tambahan saus tomat itu ke arah Yoona,yeoja itu langsung menggigit sisi roti tersebut sebelum dilahap habis Sehun.

“Seharusnya makanan kita sedikit lebih mewah sekarang.” Gerutu Sehun.

Yeoja itu tak menjawab,malah menyandarkan kepalanya di dada bidang yang tak berbalut kain milik kekasihnya,perlahan tangan Sehun mengelus lengan gadis itu lembut.

Beberapa hari setelah kejadian itu,mereka kembali ke kehidupan normal atau lebih tepat disebut sebagai ajang menghabiskan hasil kerja mereka.Kurang kerjaan sebenarnya.Mereka mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan uang,tapi mereka hambur-hamburkan juga akhirnya.

Surga dunia,mereka menyebutnya.

“Apa tidak sebaiknya kita pindah dari tempat ini ?”

Yoona menghentikan aksi makan pizzanya dan menoleh ke arah Sehun dengan tatapan apa maksudmu.

“Maksudku  kau tidak apa-apa tinggal di tempat seperti ini ?”

“Kau sendiri ?”

“Asalkan bersamamu,aku bisa tinggal di mana saja.” Satu kecupan mendarat di bibir gadis itu.

“Pegang ini.”

Sehun mengernyit heran saat yeoja itu memberinya potongan pizza yang tinggal setengah dan berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya.Tak lama kemudian Yoona kembali lagi,namun kali ini wajahnya agak pucat.

“Ada apa ?” Tanya Sehun sedikit khawatir.

“Entahlah,perutku mual dan kepalaku agak pusing.”

“Jangan-jangan——-“

“Kau tunggu di sini.”

Yoona segera meraih hoodienya dan berlari keluar bangunan tua itu,Sehun hanya mengedikkan bahunya kemudian menghabiskan pizza yang masih tersisa.

Beberapa saat kemudian,namja itu terlonjak kaget karena seseorang tiba-tiba memeluknya dari samping sampai membuat mereka berdua jatuh masih di atas sofa.

“H-Hey..ada apa ?” Tanya Sehun tidak mengerti.

“AKU HAMIILL !”

“Be-benarkah ?”

Yoona mengangguk antusias.”Aku sudah mengeceknya tadi.”

“Ja-Jadi aku akan segera jadi ayah ?” Lagi-lagi gadis itu mengangguk.

Saranghae Yoona-ah saranghae.”

Kini namja itu mengangkat tubuh Yoona dan memutar-mutarnya sebagai ekspresi rasa bahagianya mendengar gadis itu tengah mengandung darah dagingnya.

“Hey turunkan aku.”

Sehun menurut dan menurunkan yeoja itu namun ia kembali memeluknya erat,entahlah ia sangat bahagia sekarang.

Dan penyatuan garis lemon itu menjadi penutup hari mereka menuju hari esok yang akan berbeda dengan adanya kehidupan baru yang menunggu untuk dilahirkan di tengah-tengah mereka.

END

Hufftt…..akhirnya selesai juga ^^

Mian kalo feel nya gak dapet soalnya aku bikin ff ini sambil nonton acara komedi -,-

Ditambah lagi aku nggak berpengalaman(?) soal rampok-merampok(?) gitu -_-v

Makasih udah mampir #bow

 

Advertisements

18 thoughts on “[Oneshoot] CRIMINAL

  1. Hehehe..sebenernya aku belum 17thn tapi tetep aja baca gara-gara penasaran *reader nakal,ff nya keren, Keep writing, ditunggu karya yoongexo yg lainnya 😀

  2. This is soooooooooo great!!!! Kyaaaaaa yoonhun romantis sekali >.< walaupun mereka perampok, tapi so sweet aja gitu sikap keduanya tuh bikin senyam-senyum yang baca hahahah.. Keep writing ff like this, really like it ;D fighting..

  3. ini konsep ceritanya bagus mirip-mirip kaya Bonnie dan Clyde tapi versi sweet & happy ending… kalau dibuat lebih dramatic pasti lebih keren.
    gak tau kenapa suka sama Sehun yang kaya gini, hhaha
    Thank’s for Sharing ^^

  4. Aku udh sering banget baca ff ini, tp ga pernah bosen.. Trus kadang aku juga mikir lucu kali ya kalo ada sequelnya, dimana yoona udh ngelahirin, trus anaknya otomatis adalah anak penjahat hahahahaha.. Daebak.. Aku juga terus setia nunggu ff mu yg lain.. Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s