APHRODITE 1

APHRODITE 1

Yoona | Aphrodite

Kai | Ares

Sehun | Hefaistos

—o0y0o—

Noona ~”  

Gadis yang dipanggil ‘noona’ itu terlonjak kaget dan langsung menoleh ke belakang ketika seseorang menyentuh bahunya.

“Oh,ternyata kau.”

Pria yang tak lain adalah adik dari gadis itu tersenyum lembut kemudian mengintip ke atas meja melihat apa yang baru saja dikerjakan kakaknya.

Noona melukis apa ?”

Pria itu mengulurkan tangannya hendak membalik kertas yang menelungkup di atas meja,namun segera ditahan oleh wanita itu.

“Bu-Bukan apa-apa.” Pria itu—Sehun—mengernyitkan keningnya heran melihat tingkah noonanya yang langsung menyembunyikan kertas itu di belakangnya.

Noona,mau melihatku berlatih pedang ?”

“Tentu.”

Sehun segera meraih pergelangan tangan kakaknya dan membawanya menuju ruang latihan khusus keluarga kerajaan.

Namun belum sampai mereka di tempat tujuan,seorang pelayan wanita menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu pada wanita di belakang Sehun.Sesaat kemudian pelayan itu membungkuk hormat kemudian meninggalkan mereka.

“Ada apa ?” Tanya Sehun penasaran.

“Yang Mulia Poseidon datang berkunjung bersama Ratu Demeter.”

“Lalu ?”

“Putra Mahkota Ares juga.”

Sehun mencibir melihat kelakuan kakaknya yang tersenyum malu-malu ketika Putra Mahkota Ares disebut.

“Sepertinya noona tak bisa menemanimu berlatih pedang.”

“Tidak apa-apa,tapi lain kali noona harus menemaniku.”

Wanita itu tersenyum kemudian mengacak rambut adiknya gemas.Meskipun Sehun lebih muda setahun,tapi dia tumbuh sangat baik di usianya yang masuk 17.

“Kalau begitu,noona akan ke aula menemui Yang Mulia.”

Sehun menatap kepergian kakaknya yang diikuti beberapa dayang,setelah itu ia menuju ruang latihan sendirian.

—o0y0o—

Poseidon,Demeter dan Ares berdiri dari tempatnya menyambut kedatangan Putri Mahkota Aphrodite.

“Maaf,aku terlambat.”

Aphrodite memberi hormat pada Poseidon dan Demeter sebelum duduk ke tempatnya.Seluruh pelayan dan prajurit meninggalkan tempat itu membiarkan keluarga kerajaan lebih leluasa untuk saling bercengkrama.

“Di mana Pangeran Hefaistos ?” Tanya Demeter.

“Hefaistos sedang berlatih pedang,Yang Mulia Ratu.” Jawab Aphrodite sopan.

Dan pertemuan yang sekaligus sebagai acara jamuan makan malam itu diliputi oleh kehangatan dan suasana kekeluargaan.

Sementara para Raja dan Ratu berbicara seputar kedaan negeri dan lain-lain,maka dari tadi Putri Mahkota Aphrodite terus berusaha menetralkan detak jantungnya karena ditatap oleh iris kelam milik Putra Mahkota Ares.

Sesekali wanita anggun itu meneguk minumannya dan berdehem untuk mengurangi rasa canggungnya.

Putra Mahkota Ares tersenyum melihat tingkah Aphrodite yang duduk di hadapannya terlihat begitu menggemaskan.

“Jangan menatapnya seperti itu,kau membuatnya tersipu.” Poseidon menyenggol lengan putranya membuat mereka semua tertawa.

“Kai-ah,ajaklah Yoona berjalan-jalan di luar.”

Ares menuruti ucapan ibunya—Demeter —untuk mengajak Aphrodite ke luar menikmati langit malam yang dihiasi bulan purnama.

Pria tampan itu membawa Yoona ke salah satu menara di sisi kanan kastil.Suasana canggung meliputi keduanya untuk beberapa saat.Mungkin karena mereka baru bertemu kembali setelah kurang lebih 6 tahun.

Pertemuan terakhir mereka adalah ketika umur 12 tahun.Saat itu keduanya masih anak-anak,mereka bebas bermain dan berbicara apa saja.Dan sekarang usia Yoona masuk 18 tahun sedangkan Ares 20,usia di mana mereka telah beranjak dewasa.

“Lama tak bertemu,Putra Mahkota Ares.”

“Ya,senang bertemu kembali—“ Pria itu memberi jeda pada kalimatnya.”—Yoongie.“Yoona tersenyum kecil mendengar sang Putra Mahkota menyebut nama kecilnya.

“Masih ingat panggilan itu ?”

“Tentu,Kai-ie.”

Karena tak ada siapapun,mereka berdua bebas untuk memanggil nama masing-masing.Perlahan suasana canggung yang tadi mulai hilang diganti oleh candaan-candaan ringan.Untuk sementara posisi Putra/Putri Mahkota ditiadakan.

“Bagaimana dengan kemampuan memanahmu ?” Tanya Kai.Saat kecil dulu,Yoona pernah memperlihatkan kemahirannya dalam memanah ,namun tak sengaja busur panahnya mengenai seekor merpati yang melintas.

Yoona terkejut dan segera menghampiri burung merpati yang telah tergeletak kesakitan di tanah,Kai mengikuti gadis kecil itu dari belakang.Yoona segera menyuruh salah satu pelayan untuk mengambil obat-obatan dan memanggil tabib untuk mengobati burung malang itu.

“Apa perlu aku menunjukkannya padamu ?” Tanya Yoona.

“Sudah larut.Bagaimana kalau besok ?”

“Kau tak pulang malam ini ?”

“Kau mengharapkanku pulang ?”

Yoona melambaikan tangannya di udara.”Ah,tidak-tidak.Maksudku,kau akan ada di sini sampai besok ?”

“Ya,pulang malam terlalu berbahaya.”

“Kau benar.”

Gadis itu kembali mengarahkan pandangannya ke depan,angin yang berhembus malam ini cukup kencang hingga menerbangkan surai kecokelatannya.

Yoongie,kau masih ingat kejadian di danau Lerna ?”

Eum ! Saat itu aku hampir ditangkap oleh Hydra.Beruntung paman Hercules datang membantu.”

Peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa tahun silam di hutan Argolid kembali terbayang dalam ingatan Yoona.Ketika itu dia hampir dimangsa oleh Hydra karena terlalu asik bermain di pinggir danau.

“Saat melihatmu menangis,aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjagamu sejak hari itu.Tapi mau bagaimana lagi,aku harus kembali ke Gaiaa dan melaksanakan tugasku sebagai pewaris Poseidon.”

Hati Yoona menghangat mendengar pria itu berkata akan terus menjaganya.Entah kenapa jantungnya berdetak lebih keras ketika berada di samping Kai,dan itu ia rasakan sejak mereka kecil.

Flashback

“Kai-ie tolong aku.Aku tak bisa bernafas akhhh…”

Kai kecil tidak tahu harus berbuat apa melihat Yoona diseret ke tengah danau oleh naga berkepala sembilan itu.

Mereka berdua sengaja berpisah dengan rombongan kerajaan yang berburu di hutan Argolid dan memilih untuk bermain-main di sisi lain hutan.

Awalnya mereka ditemani oleh beberapa pelayan dan prajurit,namun entah bagaimana caranya mereka tinggal berdua di pinggir danau.

Yoona berteriak dan menangis kencang,gadis kecil itu berulang-kali ditenggelamkan ke danau kemudian diangkat lagi ke udara oleh Hydra ganas itu.

“Tolong aku..hiks….tolong aku…” Tubuh gadis itu melemah.

Tak ingin membuang waktu,Kai berlari ke dalam hutan berharap menemukan rombongan kerajaan.Bocah kecil itu berteriak kencang memanggil nama ayah dan ibunya serta orang tua Yoona.

“Putra Mahkota Ares,ada apa ?”

Kai menghentikan langkahnya,ia melihat sosok Dryad muncul dari salah satu pohon besar.Bocah kecil itu langsung mengatakan kejadian buruk tersebut pada sang Peri Hutan.

“Bantu aku,Yoona dalam bahaya.Ia dibawa oleh Hydra ke tengah danau.Kumohon bantu aku.”

Peri hutan itu terkejut mendengar cerita Kai,ia segera memejamkan matanya seolah berkomunikasi dengan seseorang.Sinar hijau muncul di sekitar peri hutan itu,dan ia pun membuka kembali matanya.

“Tenang saja Putra Mahkota,Hercules akan menanganinya.”

Kai bernafas lega,ia mengusap peluh yang membasahi wajahnya.Sebelum pergi ia berterima kasih pada Dryad itu dan kembali ke danau Lerna untuk memastikan keadaan Yoona.

.

.

“Paman Hercules.”

Kai berlari kecil menghampiri pria bertubuh tinggi itu,ia melihat Yoona tak sadarkan diri dalam gendongan Hercules.Dengan hati-hati Hercules menurunkan gadis kecil itu dari tangannya dan meletakkannya di tanah.

Kai kecil segera membawa gadis itu dalam dekapan hangatnya berharap Yoona segera membuka matanya.Bocah kecil itu menatap wajah pucat Yoona kemudian kembali memeluknya erat.

Tak lama kemudian,rombongan kerajaan yang menerima pesan dari peri hutan itu datang menghampiri Kai dan Yoona.

Kris terus menenangkan istrinya yang telah bercucuran air mata melihat putrinya tak sadarkan diri.Jessica menatap miris luka lebam bekas lilitan Hydra di tubuh putrinya.Ratu Demeter—Tiffany—tak tinggal diam,ia menepuk pelan bahu Jessica berusaha menangkan wanita itu.

Sehun kecil juga menghampiri tubuh kakaknya dan menggenggam tangan mungil itu.Ia menyesal tak ikut bersama Yoona dan Kai.

Yang Mulia Poseidon—Siwon—menghampiri Hercules dan mengucapkan banyak terima kasih karena telah menyelamatkan calon menantu mereka.

Noona,cepat bangun.”

Tabib terus mengobati Yoona,di sampingnya Sehun tak pernah sekalipun meleas genggaman tangannya pada sang kakak.Di sisi lain,Kai kecil terus memeluk ibunya dengan pandangan yang tak pernah lepas dari Yoona.

“Kris,bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya ?”

“Tenanglah sayang,putri kita adalah gadis yang kuat.” Kris terus mengusap punggung Jessica dan menggenggam tangannya untuk menguatkan wanita itu.

“Uhuk..uhuk…”

Hera segera menghampiri Yoona ketika gadis kecil itu terbatuk-batuk dan perlahan membuka matanya.Tabib yang tadi mengobati Yoona segera membawa alat-alat medisnya dan meninggalkan tempat itu.

“Je-Jessica eomma.”

Yoona menangis dan langsung menumpahkan air matanya dalam pelukan Jessica.Kai tersenyum senang melihat gadis kecil itu tersadar kembali.

Noona..”

Gadis itu melepas pelukannya pada ibunya dan beralih pada adik kecilnya yang juga ikut menangis karena mengkhawatirkannya.

“Sehunnie..”

Sejujurnya,Kai juga ingin mendekat dan memeluk gadis itu sebagai ungkapan rasa gembiranya.Tapi ia menahan diri,melihat gadis kecil itu sadar sudah membuatnya sangat bahagia.

“Kai,tidak mau mengucapkan selamat padaku ?” Yoona mengalihkan pandangannya terhadap bocah kecil itu sambil tersenyum.

Tanpa pikir panjang,Kai segera berlari dan memeluk gadis itu erat.Yoona tersenyum manis dan balas memeluk sahabat kecilnya.

“Kejadian seperti ini mana bisa diberi ucapan selamat.” Ujar Kai sedikit kesal,namun itu adalah wujud kekhawatirannya pada gadis itu.

Flashback end

Ares meraih bahu Aphrodite membuat gadis anggun itu menghadap ke arahnya.Ia rindu sekali pada iris madu yang membuatnya kecanduan dan tak ingin berhenti menatapnya.

“Sekarang kau tak perlu khawatir,karena aku tak akan membiarkanmu terluka lagi.” Seolah terhipnotis oleh iris kelam Ares,gadis anggun itu tak berbuat apapun selain menatap pancaran keyakinan yang ditujukan pria tampan itu padanya.

“Kau bisa memegang janjiku.”

Perlahan Ares mulai mengeliminasi jarak antara mereka,ia menatap lekat garis lemon merah muda yang terlihat begitu lembut jika disentuh oleh bibir kissablenya.

Aphrodite merasakan hembusan nafas Ares menerpa wajahnya dan—

“Noona !”

TBC

Advertisements

18 thoughts on “APHRODITE 1

  1. uwihh, akhirnya part 1nya nongol,
    keren keren thor, banyak nama-nama asing yang jujur baru aku dengar,
    aish knp udah ‘TBC’ aja thor,, lanjut yahh^^^
    semangat >< keep.writing

  2. Yeah ! Asyik Sehun menggagalkan almost kissnya YoonKai hihihii *Loh
    seperti biasa otakq yg lemot ini susah kalau harus menangkap bahasa2 yunani yg errrr sedikit asing itu.. Hahaha
    ada istilah2 yg q harus balik n di ulang lagi baca tulisannya..
    Huhh.. Maafkan otak saya yg lemot in ya Chingu.. Sebenernya sih ffx bagus, cuma sayanya aja yg mempersulit.. Kkk.
    Next ditunggu ya.. Fighting!

  3. Keren, aku suka, tapi aku masih asing dengan bahasa yunani itu, tapi gapapalah ff mu tetep bagus dan aku suka, Keep writing, ditunggu chapter selanjutnya jangan lama-lama ya 😀

    • hai..aduh maaf telat reply -_-
      errr makasih banget udah ditawarin gabung
      tadi udah jalan2 ke sana,blognya bagus banget (y) enak/? dipandang
      tapi gimana ya
      aku belum(nggak) PD buat publish ff di blog lain
      sama blog pribadi aja kadang gak yakin 😀
      ff buatanku juga masih di bawah standar -_-
      dan aku ngerasa belum pantas jadi author 🙂
      sekali lagi makasih ya
      salam kenal
      99Line

  4. Yah.. padahal FF mu bagus loh, apalagi idenya beda dari yg lainnya, kamu pasti sering baca FF author yg lain kan? itu bisa buat improved diri sendiri, aku jg awalnya FF ku kacau balau malah lebih bagusan FF mu. hahahaah kalau gak percaya search aja The Power of Love, udah alurnya cepet, ceritanya gaje, pasaran, penulisannya berantakan, kata2nya ga baku, hoho tapi semakin dicoba semakin bagus kok, soalnya ada readers yang jadi penilai kita.. hehehe loh kok aku malah khotbah, hahaha maaf yee.. cm pgn km lebih PD aja saeng, hahahaha, 😀

    • ahahaha iya bener-bener
      dulu aku cuma reader (sampai sekarang)
      sempet jadi sider juga soalnya waktu itu belum punya akun wp 😀
      btw makasih pujiannya eon 😀

  5. Oh my!!! Ini keren (bingit) hihihi >< dan jeng jeng jeng main cast nya yoonhunkai aku suka banget… daebak. Akankah terjadi love triangle? Aihhh makin greget kan jadinya.. fighting fighting.. (setelah sekian lama menyibukkan diri baru inget lagi aku suka baca di wp ini dan baru sempet baca lagi sekarang *curcol* #plakkkk)

  6. Oke adegan terakhir diganggu oleh si kecik sehun! Wah ini kan cerita dewa dewi paling tersohor ya. Jadi makin penasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s