APHRODITE 3

APHRODITE Chapter 3

Yoona | Aphrodite

Kai | Ares

Sehun | Hefaistos

—o0y0o—

Ares berlari ke arah utara Casvellon dengan membawa panahnya. Sesekali ia berbalik ke belakang—lebih tepatnya ke arah Barat—untuk melihat Aphrodite. 

Gadis itu akan memasuki hutan Argolid sendirian, dalam hati ia hanya berharap gadis itu aman dari gangguan makhluk hutan.

Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke Timur, di sana Hefaistos menarik busur panahnya entah membidik makhluk apa.

Tak ingin buang waktu, Ares pun mempercepat larinya dan segera menghilang dalam lebatnya hutan Argolid, begitu pula dengan Hefaistos dan Aphrodite.

—o0y0o—

Matahari hampir berada tepat di atas kepala, namun keadaan tak berubah sejak tadi pagi di mana kabut tebal menyelimuti hutan. Itu cukup menyulitkan mereka untuk melihat keberadaan bendera di antara tingginya pepohonan.

HSSS

Ujung busur milik Ares mematahkan ranting kecil membuat sebuah benda berwarna hitam perlahan jatuh dan menyentuh tanah.

“Dapat !”

Pemuda itu berlari kecil menjemput bendera hitam yang baru saja jatuh kemudian menaruhnya di antara busur panah yang berada di punggungnya.

Ares tersenyum kemudian berniat untuk melanjutkan kembali perjalanannya, namun suara wanita terdengar samar-samar memanggilnya.

“Ares yang tampan, ayo temani aku. Aku kedinginan ~ “

Pria itu mengarahkan pandangannya ke segala arah mencari keberadaan pemilik suara yang terkesan mendesah itu.

“Kau mencariku, hmm ?”

Seseorang memutuskan tali tempat busur panah yang berada di punggung Ares, kemudian memeluk pemuda itu dari belakang.

“Lepaskan aku !”

Ares berusaha melepas dekapan orang itu, sungguh ia jijik melihat kuku-kuku panjang berwarna hijau di jari seseorang yang ia yakini adalah wanita.

BRUK

Tubuh wanita itu terdorong ke belakang namun tak sampai jatuh, jangan lupakan bahwa dia adalah makhluk yang kuat dan juga berbahaya.

“Kau tak menyukai kedatanganku ?” Ujarnya polos sambil mendekat lagi ke arah Kai.

“Jangan menyentuhku !” Pemuda itu menghindar ketika lengannya hampir disentuh oleh tangan dingin wanita di depannya.

“Aku Echidna.” Ujar wanita itu.

“Aku tak menanyakan namamu.”

“Oh, kau sangat kasar Putra Mahkota Ares.”

“Maaf, tapi aku harus pergi.”

Kai mengambil kembali tempat busur panahnya yang tadi dilepas oleh wanita itu kemudian melangkah menjauhi tempat tersebut.

“Kau mau ke mana ?” Wanita itu mengikuti Kai dan terus menggodanya dengan suara sensual.

“Bukan urusanmu !” Kai tak menanggapi wanita itu dan terus mempercepat langkahnya. Ia harus cepat, mungkin saja Hefaistos dan Aphrodite telah menunggunya di Casvellon.

“Ayolah, kita bisa bermain-main sebentar.” Echidna mencondongkan tubuhnya sedikit kemudian meraih bahu Kai membuat pemuda itu menghentikan langkahnya.

“Kau tak tergoda dengan tubuhku, hmm ?” Wanita itu mengitari tubuh Kai dengan tangan nakalnya yang tak berhenti meraba-raba pemuda itu.

Mungkin pria lain akan langsung menyerang wanita berpakaian minim itu ditambah tubuhnya yang sangat sexy dan suara menggoda yang dapat membangkitkan gairah bercinta. Tapi tidak bagi Kai, pemuda itu justru merasa jijik melihat penampilan Echidna yang tak ada bedanya dengan wanita-wanita penggoda tak bermoral.

“Kau tak perlu khawatir, Aphrodite tak akan melihatnya.”

“Maafkan aku, tapi Aphrodite jauh lebih menggoda daripada manusia setengah ular sepertimu.”

Kai mendorong tubuh wanita itu dan tanpa basa-basi ia membidik betis Echidna dengan busur panahnya. Wanita itu mengerang kesakitan, perlahan sisik-sisik hijau muncul di kakinya kemudian berubah menjadi ular—wujud Echidna yang sebenarnya.

“Kau akan menyesal, Ares !”

Echidna segera meninggalkan tempat itu dengan cepat. Kai bernafas lega melihat makhluk itu pergi dari hadapannya.

—o0y0o—

Sementara di sisi Timur Argolid, terlihat Hefaistos membidik semua sasaran dengan tepat dan tanpa gangguan siapapun.

Jumlah bendera biru yang terkumpul di tangannya saat ini ada 14 buah. Pemuda itu menatap sekelilingnya, ia merasa sudah pergi terlalu jauh.

Matahari telah bergeser 45 derajat dari atas kepalanya ke ufuk barat. Ia memutuskan untuk segera kembali ke Casvellon menemui Ares dan Aphrodite—yang mungkin saja telah tiba duluan. Pemuda itu segera berbalik arah dan menjauh dari pedalaman Argolid.

—o0y0o—

Gadis itu mengusap peluh di wajahnya, ia melihat air terjun yang tidak terlalu tinggi di tempat ia menemukan bendera ke 12. Pinggiran air terjun itu ditumbuhi bunga-bunga indah berbagai jenis, airnya juga dingin dan sangat jernih.

Pemandangan di tempat itu sangat indah, beberapa induk rusa dan anaknya mencari makan, kupu-kupu indah beterbangan di antara pepohonan hijau. Cicit-cicit burung menambah kesan alami tempat itu.

“Wahh.. aku tidak tahu ada tempat seindah ini di Argolid.”

Yoona meletakkan panah dan busurnya di atas sebuah batu besar kemudian mendekat ke pinggir air terjun. Ia menjulurkan tangannya hendak merasakan jernihnya air yang mengalir dari tempat itu.

Putri Mahkota itu nampaknya sudah tidak peduli lagi dengan pertandingan yang dilakukan antara dirinya, adiknya dan sahabatnya.

Aphrodite menampung air di tangannya kemudian membasuhnya ke wajah lelahnya. Ia memejamkan kedua matanya merasakan tenaganya kembali pulih setelah merasakan air jernih itu.

GREB

“E-eh ? “

Gadis itu segera membuka matanya ketika sesuatu melilit perutnya. Ia diseret ke sebuah pohon dan disekap di sana.

“Si-siapa kau ?” Tanyanya pada sosok setengah ular itu. Tubuhnya tak lagi dililit oleh ekor—kaki—makhluk itu, tapi ia telah diikat oleh akar pohon dengan erat.

“Aku Echidna.”

“Echidna ? Ada urusan apa kau denganku ?” Sejujurnya gadis itu sangat takut sekarang, tapi ia berusaha untuk bersikap biasa.

“Aku tak ada urusan denganmu, tapi gara-gara Ares, aku terpaksa berurusan denganmu Putri Mahkota Olympus.” Echidna mencengkram pipi Yoona keras menimbulkan bekas kemerahan di kulit putih gadis itu.

“A-Ares ?”

“Benar, ia telah berani menolakku bahkan memanah kakiku.” Wanita itu menggerak-gerakkan ujung ekornya dan membuat raut wajah sendu—memuakkan.

“Kau pantas mendapatkannya.”

PLAKK

Kali ini wanita setengah ular itu menampar pipi Yoona keras, gadis itu hanya meringis karena tangannya diikat ke belakang.

“Aku sangat menyesal, tapi sepertinya Olympus harus merelakanmu.”

Echidna mengeluarkan taringnya yang panjang dan beracun, ia menatap tajam gadis yang telah membuat Ares berani menolaknya.

“Selamat tinggal, Putri Mahkota Aphrodite.” Wanita itu mendekat hendak menancapkan taringnya ke leher mulus Yoona. Namun—

BRAK

“Tidak semudah itu !”

Echidna membuat kesalahan besar, ia tak mengikat kaki Yoona membuat gadis itu bisa menendangnya dengan bebas.

Dengan susah payah ia melepas jeratan akar pohon di pergelangan tangannya kemudian segera mengambil panahnya. Ia menarik busur dan mengarahkannya tepat di wajah Echidna yang sedang memegang perutnya.

“Pergilah, atau kau akan tertusuk panah untuk yang kedua kalinya !”

Echidna menggeram kesal, sebagai makhluk hidup ia masih ingin hidup. Dengan sangat menyesal, ia meninggalkan tempat itu diiringi senyum kemenangan dari Yoona.

“Hampir saja.”Yoona menjatuhkan tubuhnya di rumput dan bersandar pada pohon tempat ia diikat tadi.

“Aku lapar.”

Ia mencari bekal makanan yang telah disiapkan ibunya, tapi ia baru sadar bahwa bekal makanan itu ia tinggalkan bersama kudanya di Casvellon.

“Dasar bodoh.” Yoona merutuki dirinya sendiri karena begitu ceroboh sampai meninggalkan makanannya.

“Mungkin sebaiknya aku mandi saja.”

Tergiur oleh sungai kecil di depannya, ia pun berinisiatif untuk membersihkan dirinya karena berlari seharian membuat tubuhnya lengket.

Yoona menanggalkan semua pakaiannya kemudian menenggelamkan dirinya dalam air sungai yang bening.

“Segarnya ~ “

—o0y0o—

Setelah menempuh raturan meter dari dalam Argolid, akhirnya Hefaistos sampai di Casvellon tempat mereka meninggalkan kuda-kuda mereka.

“Apakah aku orang pertama yang sampai ?” Batin pria itu, ia menatap sekelilingnya dan tak menemukan siapapun di sana.

“YOONA NOONA !” Teriaknya memanggil Aphrodite. Entah kenapa ia merasa sangat khawatir pada gadis itu.

“KAI HYUNG !” Tak ada jawaban. Dalam hati ia berharap tak terjadi apa-apa pada dua orang terkasihnya, terutama pada sang kakak.

PUK

Sontak pemuda itu berbalik dan menyiagakan busur panahnya, namun sedetik kemudian ia segera menurunkan benda itu ketika mengetahui siapa yang menepuk bahunya.

“Refleksmu bagus.”

“Kau mengagetkanku, hyung.”

Kai tersenyum melihat raut wajah Sehun, ia mengerti. Memang di tempat seperti ini mereka harus terus waspada terhadap ancaman yang bisa datang kapan saja.

Noona belum kembali.” Ujar Sehun khawatir.

“Kita harus mencarinya, siapkan kudamu.”

Mereka langsung menunggangi kuda hitam itu dan segera melesat masuk ke dalam hutan sebelah Barat tempat Yoona pergi.

“Aku harap kau baik-baik saja.” Ujar Sehun dan Kai dalam hati.

—o0y0o—

Matahari nyaris tenggelam di ufuk barat namun mereka belum menemukan keberadaan Yoona. Entah gadis itu yang pergi terlalu jauh atau memang terjadi sesuatu padanya baik Kai ataupun Sehun tak tahu.

Nnghhiiikkk(?)

Kedua pemuda itu menghentikan kudanya secara tiba-tiba ketika sesosok mahkluk muncul dan menghalangi jalan mereka.

“Kita bertemu lagi Ares yang tampan.” Kai mendecih kesal melihat wanita itu tersenyum genit padanya.

“Oh, ada pangeran Hefaistos juga.”Sehun menatap jijik mahkluk setengah ular itu.

“Ayolah, jangan tatap aku seperti itu.” Ujar wanita itu sok imut(?)

“Minggirlah, kami harus mencari Aphrodite !” Kai kembali memacu kudanya namun segera ditahan oleh Echidna, wanita itu kuat sekali.

“Sebaiknya kalian pulang, karena gadis itu telah—pergi.” Echidna melambaikan tangannya di udara kemudian tertawa licik.

Amarah Kai memuncak ia segera turun dari kudanya kemudian mencengkram erat leher wanita itu. Echidna yang juga kesal mulai membalas perlakuan pria itu padanya.

“Pergilah, aku akan mengurus wanita ini.”

Sehun menuruti perintah Kai, ia segera memacu kudanya cepat meninggalkan Kai dan wanita itu.”Berhati-hatilah, hyung.” Ujar Sehun sebelum pergi.

—o0y0o—

Pria itu terus memacu kudanya dan meneriakkan nama kakaknya, ia semakin khawatir mengingat wanita bernama Echidna itu mengatakan bahwa kakaknya telah pergi.

“Kau di mana, noona ?” Batin Sehun tak tenang.

Samar-samar ia melihat sebuah danau kecil yang dilengkapi air terjun dan juga suara tawa seseorang. Ia segera melambatkan kudanya dan mendekat ke tempat indah itu.

“Noona ?”

Sehun turun dari kuda dan bersembunyi di salah satu pohon besar yang berada tak jauh dari danau. Wajahnya memanas melihat noonanya bermain-main di air tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh putihnya.

Ia segera memalingkan wajahnya dari pemandangan—indah—yang seharusnya tak ia lihat itu. Jantungnya berdegub cepat dan semakin cepat ketika ia kembali menatap wanita di depannya.

Sehun tak tahu setan apa yang merasuki dirinya sehingga ia terus memperhatikan kakaknya . Entah kenapa Sehun baru sadar bahwa gadis yang berstatus sebagai kakak kandungnya itu memiliki wajah yang benar-benar cantik dan mempesona.

Keningnya yang indah, bulu matanya yang lentik serta bola mata kecoklatannya yang bening. Hidungnya yang mancung, pipinya yang kemerahan, leher jenjangnya yang putih mulus, serta bibir pinknya yang tipis.

Sehun membayangkan bagaimana rasanya jika bibir tipis itu berada dalam kulumannya yang lembut dan—

“Ya Tuhan ! Apa yang kau pikirkan Sehun ?”

Pemuda itu menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang seharusnya tak pernah terlintas di kepalanya.

“Maafkan aku ayah.” Batin Sehun.

PUK

“Kau kenapa ?”

“O-Oh ! Hyung, se-sejak kapan kau di sini ?” Sehun tersenyum kikuk dan menarik Kai yang baru saja datang untuk berlindung di balik pohon.

“Kau kenapa ?” Tanya pemuda itu heran melihat tingkah Sehun.

“Ti-tidak apa-apa, aku hanya sedikit terkejut.”

“Oh.” Ujar Kai pendek.

“Ayo temui Yoona.”

Dalam hati Sehun bersyukur karena gadis itu telah memakai kembali pakaiannya. Entah apa yang terjadi jika Kai melihat Yoona seperti tadi, meskipun Kai adalah pria baik-baik tapi melihat wanita tanpa busana pasti akan membuat sisi laki-lakinya muncul.

“Kau dari mana saja gadis nakal ?” Teguran Kai membuat gadis itu menoleh.

“Oh, kalian di sini ?” Yoona mengambil panahnya yang tergeletak di atas batu dan menghampiri Kai. Ia sadar telah berada di hutan terlalu lama dan membuat mereka berdua menghkawatirkannya.

“Maaf membuat kalian khawatir, ayo pulang !”

Karena gadis itu tak membawa kudanya, ia pun menumpang di kuda hitam milik Kai dan segera meninggalkan tempat itu sebelum matahari benar-benar tenggelam.

TBC

Anyeong haseyo, saya muncul #digebukin

Bener banget, jadi di sini bakalan Incest!YoonHun ^^

So, yang gak suka incest gak usah dibaca lagi ^^0

Maaf ya, saya hiatus gak bilang2. Gak ada alasan khusus, cuma lagi gak mood aja. Padahal ini ff dari pertama publish chap 1, aku udah bikin sampai chapter 7 -_-

Daannn, mungkin saya akan hiatus lagi sampai akhir bulan Mei, bikos(?) saya mau ulangan semester T.T

Jadi gak usah buang2 waktu kalian buat ngunjungin wp ini hehehe XD. Tapi kalo mood saya lagi enak(?) gak nutup kemungkinan kalo tangan gatel saya ngetik sana-sini dan apdet ff lagi #plakk

Oke, sekian(?)

Lafyu ❤

Advertisements

14 thoughts on “APHRODITE 3

  1. yahh, pendek bgt.
    itu sehun, hey sadrlah dia noonamu..
    haa,,sehun nakal eoh.
    eum, moment yoonkai nya kurang beb..

  2. Hahahah saya suka Sehun tersepona sama kakaknya sendiri LoL.
    Widih.. Sehun.. Iling nak.. Jangan suka terpaku melihat yg begituan. Iling.. Itu kakakmu. Tapi kalau suka ngga apa2 deh. Saya dukung..
    YoonHun Jjang!! Wkwkwk 😀

    mau protes part ini momentx YoonHunKAI DIKIT BANGET CHINGU. . #digamparauthor

    kalau mau hiatus jangan lama2 ya? Dtunggu next partnya ya..
    S.E.M.A.N.G.A.T..

  3. annyeong *bow* readers baru come here 😀

    aaaaaaaa aku sukaaa ama ff-nyaa 😀 yah,masa’ authornya mau hiatus *nangis peluk chanyeol* walaupun qw blum baca part sbelumnya, tp qw sukaaaa pkek bnget ama ni ff,mian trlalu lebay 😀

    apa sehun itu suka ama noona-nya sendiri??saya sedelapan#plak saya setuju,pkek bngett 😀

    ditunggu next chap.

  4. huaha…
    yes akhirnya yoonhun incest
    #jingkrak2heboh
    hahaha
    yaah… hiatusnya jgn lama2 donk apalagi udh 7part coba ;(

  5. Yak..si sehun ngapain itu ngintip-ngintip yoona*-_-,wah si sehun udah mulai suka tuh sama yoona bakalan terjadi incest beneran nih, tapi aku dukung kok kalo mereka incest*wajar windeer, ditunggu chap selanjutnya, Keep writing, oh ya hiatus nya jangan terlalu lama ya 😀

  6. MAKIN SERUUUUUU!!!!! Aaaaarrggghhhh kan kan kan sehun suka ama yoona wkwkwk.. dan omo! Sehun kamu ngintip noona nya mandi -_- hahaha anak nakal. Semoga aja bakalan ada (banyak) romantic moment yoonhun >< im sorry but i'm too adicted with these two (yoonhun) hope a soon upadate! Fighting fighting.. ♥♥♥

  7. Oh my god, jadi ini incest? Aku kira bakalan YoonKai, thor 😀 hehe.
    Ceritanya keren banget thor 🙂
    Fighting! ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s