APHRODITE 4

APHRODITE 4

Yoona │ Aphrodite

Kai │ Ares

Sehun │ Hefaistos

—o00o—

Yoona turun dari kudanya ketika telah mencapai istana Olympus. Ia heran melihat pelayan-pelayan sibuk ke sana ke mari mengerjakan sesuatu. Suasana malam yang gelap membuat istana bercahaya dihiasi lampu warna-warni. 

“Apa sebentar lagi ada pesta ?” Tanya gadis itu pada Sehun yang berdiri di sampingnya.

Namun Sehun tak menjawab, ia menatap wajah polos—bodoh—kakaknya. Namja itu tak habis pikir, bagaimana mungkin Putri Mahkota Olympus tak ingat hari lahirnya sendiri.

“Bodoh !”

Sehun menoyor kepala Yoona pelan membuat gadis itu memekik pelan, Kai tertawa melihat kedekatan dua bersaudara itu.

“Katakan padaku. Atau mereka menyambut kepulangan kita ? Ayolah, ini bukan sesuatu yang harus dirayakan.”

Dan sekali lagi Sehun menoyor kepala gadis itu.”Bodoh, kau tak ingat ? Ini hari ulang tahunmu.” Karena gemas, namja itu langsung mencubit kedua pipi kakaknya lembut sambil menggoyang-goyangkan ke kiri dan kanan.

“Apa benar hari ini ulang tahunku ?” Yoona membulatkan matanya dengan pipi yang masih dicubiti oleh Sehun.

“Tentu saja. Ayo kita masuk, kau harus bersiap-siap !”

Kai menggandeng tangan Yoona dan membawa gadis itu masuk ke istana. Terpaksa Sehun melepas cubitannya dari pipi kakaknya dan menyusul masuk ke dalam. Namun, pandangannya tertuju pada tangan Kai yang menggenggam erat tangan kakaknya.

“Ada apa denganku ?”

—o00o—

“Sayang, kau sudah pulang ?”

Hera segera menyambut kedatangan mereka bertiga, ia langsung memeluk putrinya erat kemudian beralih pada putra bungsunya. Demeter pun melakukan hal yang sama dengan memeluk putra satu-satunya.

“Sudahlah Jessica, biarkan mereka istirahat.” Kris merangkul bahu istrinya mesra.

Nde, mereka pasti lelah setelah berada di luar seharian.” Ujar Siwon menyetujui perkataan Kris.

Kemudian mereka bertiga pergi ke ruangan masing-masing karena sebentar lagi pesta ulang tahun akan dilangsungkan. Di luar istana sudah berdatangan banyak tamu dari kerajaan-kerajaan lain yang diundang dalam perayaan ini.

Kue ulang tahun super besar berhiaskan angka 18 memasuki ruangan utama tempat berlangsungnya acara. Zeus beserta istrinya menyambut raja dan ratu dari negeri lain dengan ramah, Poseidon dan Demeter juga turut menyambut para tamu terhormat.

“Lama tak berjumpa, Zeus.” Raja Helios memeluk Zeus akrab, istrinya Hera juga menyambut Ratu Artemis dengan hangat.

Ngomong-ngomong, di mana putrimu yang cantik itu ?” Tanya raja berbadan besar itu pada Zeus.

“Dia sedang bersiap-siap.’’

“Sayang sekali dia tak berjodoh dengan putraku.” Setelah itu keduanya tertawa. Sejujurnya Zeus merasa tak enak pada setiap raja yang berniat menjodohkan putra mereka dengan putrinya, karena ia sendiri tahu bahwa Aphrodite telah ditakdirkan bersatu dengan pewaris tahta Gaiaa.

—o00o—

Di kamar, Yoona sedang berusaha memakai gaunnya yang cukup rumit. Awalnya ia menolak untuk memakai gaun indah itu, tapi pelayan yang diutus ibunya mengatakan bahwa ia harus memakainya.

“Perlu kami bantu,Yang Mulia Putri ?”

Seorang pelayan yang dari tadi hanya berdiri di luar kamar menawarkan diri untuk membantu Yoona. Pesta sebentar lagi akan dimulai tapi gadis itu belum juga keluar dari kamarnya.

“Terima kasih, aku bisa sendiri.”

Tak ingin merepotkan pelayan-pelayannya, gadis itu terus berkutat untuk memakai semua aksesoris yang disiapkan khusus oleh ibunya.

Tap

Tap

Seseorang dari arah depan berlari tergesa-gesa menuju kamar Yoona. Tanpa bertanya pada pelayan di dekat pintu, ia langsung masuk ke dalam kamar untuk menemui Yoona.

Noona ! Cepatlah, semua orang sudah menung—“

“Ah, Sehun. Bisakah kau membantuku ? Aku kesulitan mengikat tali ini.” Ujar Yoona memotong perkataan Sehun yang baru saja masuk ke kamarnya.

Gadis itu berputar membelakangi Sehun dan menunjukkan tali—bagian dari gaun—yang belum terikat di punggungnya.

Deg

Memandangi punggung mulus itu membuat sekelebat bayangan di danau kembali memenuhi pikiran pemuda 17 tahun itu. Detak jantungnya semakin cepat seiring dengan jaraknya yang semakin dekat dengan gadis yang sedang fokus memasang tiara di atas rambutnya.

“Apa yang harus kulakukan dengan tali ini ?”

Sehun yang telah memegang kedua ujung tali gaun memiringkan kepalanya sedikit untuk melihat pantulan wajah mereka melalui cermin.

“Kau isi saja bulatan yang belum terisi, kemudian ikat kedua ujung tali seperti kupu-kupu.” Jelas Yoona. Kemudian gadis itu mengambil kalung berwarna perak di bawah laci kemudian memakainya.

“Begini ?” Tanya Sehun tak yakin.

“O-Ow, kau terlalu erat mengikatnya. Longgarkan sedikit.”

Sehun menuruti arahan Yoona, ia kembali melepas ikatan yang pertama kemudian meregangkan tali yang mengikat gaun berwarna karamel dengan sedikit campuran putih.

“Selesai !” Ujar keduanya bersamaan. Sehun selesai mengikat gaun dan Yoona selesai dengan aksesorisnya.

Gadis yang sebentar lagi akan berusia 18 tahun itu membalik tubuhnya menghadap sosok adiknya yang terlihat sangat memukau malam ini.

“Ya ampun! sejak kapan kau setinggi ini ?”

Entah dia kurang memperhatikan pertumbuhan adiknya atau memang pemuda itu tumbuh terlalu cepat.

“Kau saja yang pendek.” Ejek Sehun. Yoona memukul lengan adiknya pelan membuat namja itu tertawa.

“Aku bahkan memakai high heels, tapi tinggiku hanya segini.” Gadis itu mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Sehun dan ternyata hanya sampai di bawah telinga dari namja itu.

“Terima saja takdirmu, noona.”

“Tentu saja aku menerimanya.” Ujar Yoona sambil tersenyum.

“Sebelumnya, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu.” Gadis itu diam menatap wajah serius adiknya.

“Selamat, kau orang pertama yang mengucapkannya padaku.” Yoona menepuk-nepuk bahu Sehun.

Namja itu menatap tangan gadis itu yang menyentuh bahunya kemudian beralih pada wajah cantiknya yang dihiasi senyum menawan.

Cup ~

Deg

Tubuh Sehun menegang ketika gadis di depannya tiba-tiba mencium pipinya kemudian memeluk tubuhnya erat.

“Sudah berapa lama aku tak memelukmu seperti ini ?” Sehun hanya diam tak membalas perkataan-perkataan kakaknya. Ia tak memikirkan lagi tujuannya ke sini untuk menyuruh gadis itu cepat-cepat menemui para tamu.

“Dulu kau terasa sangat kecil jika kupeluk, tapi sekarang aku merasa kesulitan hanya untuk memelukmu seperti ini.”

“Aku menyayangimu.” Gadis itu menjauhkan tubuhnya kemudian menepuk pucuk kepala Sehun pelan. Ia merangkul lengan pemuda itu dan membawanya keluar.

“Aku juga menyayangimu.” Batin Sehun.

—o00o—

Semua perhatian tertuju pada tokoh utama kita malam hari ini, Putri Mahkota Aphrodite yang berjalan anggun menuruni tangga sambil merangkul lengan seseorang yang tak kalah memikat.

Zeus yang sedang berbicara dengan Helios langsung menghampiri putrinya di ujung tangga. Ia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan putrinya.

“Ini dia putriku yang cantik, dan juga putraku yang tampan.” Kemudian Zeus merangkul kedua bahu anak-anaknya.

“Ya, kau beruntung memiliki putra-putri seperti mereka.” Puji Helios.

“Hahaha, itu artinya kegiatan kami tak sia-sia.”

Pernyataan Zeus membuat semua tamu undangan tertawa, tak terkecuali Hefaistos dan Aphrodite. Namun dari tadi mata gadis itu terus bergerak mencari sosok lelaki yang sangat ingin ia temui.

Perlahan alunan musik klasik memenuhi ruangan megah itu, para tamu undangan mulai mencari pasangan untuk berdansa.

Di sana terlihat Poseidon berdansa mesra dengan istrinya Demeter, tak mau kalah Zeus juga mengajak istrinya Hera untuk menandingin kemesraan pasangan Gaiaa itu. Ada-ada saja kelakuan Raja berwajah tampan itu meskipun usianya sudah tak muda lagi.

“Sendirian saja nona manis ?”

Yoona menggerakkan kepalanya mencari sosok yang tiba-tiba menyapanya, ia tertawa lebar sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Kau mengajakku berdansa, adik kecil ?”

Sosok yang disebut ‘adik kecil’ itu memanyunkan bibirnya ke depan tak terima dirinya dipanggil seperti tadi. Namun sedetik kemudian bibir manyun itu berganti menjadi seringaian jahil yang tak dilihat oleh Yoona.

GREB

Hmm, adik kecilmu ini akan mengajak noona cantiknya berdansa.”

“O-Ow.. apa-apaan kau ini ?”

Secara tiba-tiba Sehun meraih pinggang Yoona membuat yeoja itu terkejut, tubuhnya terdorong ke depan dengan kedua tangan yang refleks melingkari bahu Sehun.

Namja itu tersenyum dan mulai menggerakkan badannya mengikuti alunan musik seperti para tamu undangan. Yoona yang kewalahan menghadapi tubuh tinggi adiknya itu akhirnya ikut larut dalam suasana.

“Apa tidak ada gadis yang menerimamu untuk menjadi pasangannya hingga kau mengajakku berdansa ?”

“Percaya diri sekali noonaku ini. Asal tahu saja, noona hanya bahan latihanku.”

Sehun tertawa mengejek, sontak Yoona meremas kencang bahu namja itu menghasilkan ringisan kecil—tidak sakit sebenarnya.

“Kau menyakiti Pangeran Olympus.” Ujar Sehun.

“Dan kau mengejek Putri Mahkota Olympus !”

Kebersamaan Yoona dan Sehun harus berakhir ketika Kris—ayah mereka—menghampiri keduanya.

“Tampaknya kurang tepat kalau kau berdansa dengan adikmu, Yoona-ah.” Gadis itu menjauhkan diri dari Sehun dan menatap ayahnya dengan tatapan bertanya.

“Ada yang salah, ayah ?” Pria itu menggeleng pelan, kemudian ia mengambil tempat di sisi Yoona untuk mensejajarkan dirinya.

“Tak ada yang salah dengan itu. Tapi ayah rasa dia lebih tepat untukmu.”

Seorang pria tampan berkulit agak kecoklatan masuk ke ruangan itu diiringi tatapan kagum. Zeus memegang tangan putrinya kemudian menuntun gadis itu agar mendekat dengan sang pria yang baru saja muncul.

“Pu-Putra Mahkota Ares “ Gumam gadis itu sedikit gugup.

Tiba-tiba pemuda itu berlutut di hadapan Yoona kemudian mengulurkan tangan tepat di depan gadis itu dan ayahnya.

“Yang Mulia, izinkan aku berdansa dengan putrimu.”

Zeus tersenyum, ia melepas tangan Aphrodite agar menerima uluran tangan Ares. Kemudian pemuda itu bangkit dan menggenggam lembut tangan gadis cantik di depannya.

“Dia milikmu.” Zeus tertawa kemudian meninggalkan dua pasangan kerajaan itu.

Perlahan keduanya bergerak seirama dengan alunan musik klasik, Putra dan Putri Mahkota itu menjadi sorotan para tamu undangan karena mereka terlihat sangat serasi.

“Yoona-ah.” Ujar Kai pelan, ia menatap dalam gadis itu tepat di matanya.”Aku ingin mengatakan sesuatu.” Keduanya berhenti bergerak namun tak merubah posisinya dengan tangan Kai yang masih setia di pinggang Yoona, dan tangan yeoja itu yang melingkar di bahu Kai.

“Aku—“ Namja itu mengambil nafas pelan kemudian melanjutkan kalimatnya.”—mencintaimu.”

Chu ~

-oO0Oo-

Entah kenapa pemandangan di luar jendela lebih menarik bagi seorang pria yang berada di pojok ruangan daripada melihat adegan mesra yang dipertontonkan oleh Ares dan Aphrodite. Berbeda dengan semua tamu yang bertepuk tangan dan berseru heboh ketika Putra Mahkota Ares mencium Aphrodite tepat di bibirnya.

“Sial !”

TBC

Advertisements

19 thoughts on “APHRODITE 4

  1. Akhirnya dilanjut juga~ sehun cemburu ni ye~ #toelsehun :3
    Kalo kris tau oseh suka ma kakanya sndiri bisa dikutuk tuh jadi batu/? #plakk
    Lanjut

  2. Kukira ni ff nggak bakal dilanjut 😀 ternyata dilanjut toh *syukuran bareng chanyeol*

    Aku koq klebih suka YoonHun yeth :.v Pairingnya diganti boleh? 😀 #ditabok author *deep bow*

    terserah deh, YoonKai jg boleh koq 🙂 ditunggu next chap 😉

  3. Wiiihhh…. Akhirnya Comeback juga.. Hihiiiiyy *tebar bunga*

    See.. YoonKai kisseu, ya seperti Sehun yg ngga suka bin Jealous sama adegan itu, aku juga. Kita samaan brooo. #tos *abaikan*

    Adeuuhh.. Ini mah pendek thor.
    Seharusnya setelah menghilang 4blnan, datang2 harus bawa fanfic yg puanjang dong, kagak tau apa kite kangennya kebangetan sama ffmu. Nah loohh?? #digamparauthor hihiihih
    walaupun ff ini YoonKai, tp saya berharap YoonHun moment mendominasi. Hahah
    next partnya ditunggu ya? Fighting/

  4. Akhirnya setelah lama menghilang , ff ini dilanjut juga.. Sehun cemburu, kai berbahagia..heheheh.. Please next dilanjut soon ya..tq

  5. kemana aja thor selama ini???
    aku menunggumu apdet aprhodite
    -,-
    oia itu aku bingung kalo pake nama yunani gitu.. suka ga konek.. ini yg aslinya tokoh siapa >o<
    pake nama biasa aja yaaa hehe
    biar dpt feel
    ecieee sehun cemburu cie…
    aku jg cemburu kok kalo yoona sm kai #slap
    banyakin moment yoonhun donk

  6. Kyaaaaaaaaaa>< ga sengaja iseng mampir ke blog ini, eh ternyata aphrodite udh updated huhuhu seneng banget ^^

    Tuh kan kannnnnn si sehunnie mulai bertambah lagi rasa suka nya ke yoona.. tapi kira kira yoona gimana ya? Apa dia emang sukanya ama kai,? Hmmmm tapi aku berharap nya si yoonhyun saling suka walopun hubungan sedarah wkwkwkwkkk.. kan jaman dulu ini ^^ haha tapi aku ngeliat ni ff udh dipost aja seneng banget koo.. saeng fighting eoh^^

  7. awalnya pas aku liat Kai-Yoona yg jadi mainnya, ditambah dg genre yg yunani yunani gitu, aku sempat g pengen baca xD
    eh, pas ada ‘incest’, apalagi ‘Sehun’ nyempil (?) aku coba baca, sesuai dugaanku^^
    fix, aku paling suka adegan YoonHun^^
    tapi YoonKai juga keren kok

    maaf sebelumnya, baru komen di chapter ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s