You Are My Destiny – 1

You Are My Destiny 1

Sehun – Yoona

Standard Disclaimer Applied

-o0o-

 

“Anak-anak, hari ini kalian dapat teman baru.”

 

18 murid kelas 5 SD yang ada di ruangan itu mengalihkan perhatiannya pada seorang bocah laki-laki yang berdiri di samping wali kelas mereka. Bocah berkulit putih dengan raut wajah datar yang justru membuatnya terlihat sangat tampan—bagi para siswi—membungkukbeberapa derajat kemudian memperkenalkan dirinya.

 

“Anyeong hatheyo, Thehun imnida.” 

.

.

.

.

.

.

Hening.

.

.

.

.

.

.

.

.

“HAHAHAHAHA ~ “

 

Terdengar suara tawa yang meledak-ledak(?) dari sudut kelas. Sontak murid lain dan murid baru itu mengalihkan padangannya pada seorang siswi yang sedang tertawa lebar sambil memegang perutnya.

 

“HAHAHA, dari mana seonsaengnim mendapatkan anak lelaki cadel seperti dia? HAHAHA.”

 

Lee saem hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah salah satu anak muridnya yang errr berlebihan.

 

Gadis kecil dengan rambut yang dikucir satu itu terus tertawa tanpa mempedulikan tatapan tajam yang ditujukan padanya oleh murid baru yang bernama Oh Sehun.

 

“Sehun-ah, duduklah di sana. Tidak usah pedulikan dia, Yoongie memang seperti itu.” Lee saem menepuk pelan pundak bocah lelaki tampan itu. Sehun menurut, ia berjalan menuju tempat duduk yang ditunjuk oleh Seo saem. Dan sialnya—tempat duduk itu berada di depan gadis kecil yang tertawa tadi.

 

“Hai, Thehuuun ~ “

 

Langsung saja Sehun melayangkan tatapan membunuh yang sayangnya tak cukup mampu membunuh gadis kecil yang disebut Yoongie oleh Lee saem.

 

“Menyebalkan!.” Desisnya pelan. Kemudian ia melepas ranselnya dan duduk dengan tenang meski dalam hati ia mengumpat habis-habisan bocah perempuan itu.

 

“Yoongie, berhenti mengganggu temanmu.” Tegur Lee saem.

 

Arasseo, seonsaengnim. Thehun ah, maafkan Yoongie ne~ “ Ujar gadis itu, meski kelihatannya bercanda tapi ia sungguh-sungguh meminta maaf.

 

Sehun tak menanggapi, ia menaikkan bukunya kemudian bersiap menerima pelajaran yang sebentar lagi disampaikan oleh Lee saem.

 

-o0o-

 

Bel pulang sekolah terdengar beberapa menit yang lalu. Sehun berjalan keluar dengan beberapa murid perempuan di sampingnya. Sudah sewajarnya lelaki tampan dikerubungi gadis-gadis. Sejujurnya, Sehun tak menyukai suasana seperti ini. Tapi mengingat dirinya masih tergolong sangat baru, tentunya ia tak ingin mendapat kesan buruk.

 

Kemudian dari arah belakang muncul seorang gadis sedang berlari kencang. Sehun yang mendengar keributan dari belakang perlahan berbalik dan—

 

*BRUKK

 

Sehun jatuh tertimpa tubuh kurus seorang gadis yang tampak familiar—ah, lebih tepatnya sangat familiar. Ia membulatkan matanya menyadari bahwa dia adalah gadis yang di pertemuan pertamanya langsung ia masukkan sebagai orang no.1 yang ia benci. Terlebih lagi, bibirnya sempat menempel di bibir mungil itu meski hanya 2 detik.

 

YA! KEMBALIKAN KOMIKKU!.”

 

Gadis kecil itu menatap Sehun sejenak, kemudian menoleh ke belakang dan terkejut melihat seorang lelaki yang menjadi penyebab ia berlari tak karuan.

 

“Maafkan aku.” Ujar gadis itu, dengan cepat ia bangkit dan berlari kembali sebelum tertangkap oleh si laki-laki yang tingginya di atas rata-rata.

 

YA! IM YOONA!” Pekik bocah jangkung itu frustrasi, komik kesayangannya dibawa lari oleh Yoona.

 

Tak ingin berlama-lama di lantai(?), Sehun pun bangkit dan membersihkan seragamnya. Sebenarnya ia sangat malu, tapi ia tetap memasang wajah datar andalannya seolah tak terjadi apa-apa.

 

“Aku baru melihatmu, apa kau murid baru?” Tanya bocah jangkung itu. Ia sudah menyerah mengejar Yoona, mungkin lain kali ia bisa meminta kembali komik kesayangannya. Dan akhirnya ia berkenalan dengan Sehun, ia adalah seseorang yang easy-going.

 

“Kenapa kau mengejar gadith menyebalkan tadi?” Tanya Sehun pada bocah yang bernama Chanyeol itu.

 

“M-Mwo ?Namanya Yoona, dia mengambil komikku tanpa permisi.” Jelas Chanyeol.

 

“Dia mencuri?”

 

“Tidak, tidak. Lebih tepatnya emm—entahlah, tapi ada banyak teman sekelasku di sana ketika ia mengambilnya. Hanya saja, aku terlambat datang dan dia sudah mengambilnya dari tasku.”

 

“Begitu.”

 

Sehun semakin yakin bahwa ia tak boleh dekat-dekat dengan rascal itu. Tapi berkat kejadian tadi, ia mendapatkan teman baru. Pasalnya, murid laki-laki di kelasnya rata-rata tak suka padanya karena yeah, siswi di kelas menyukainya.

 

-o0o-

 

Chanyeol baru saja dijemput kakaknya beberapa saat yang lalu. Kini Sehun menunggu supir pribadi keluarganya. Sebenarnya bocah itu bukan anak lelaki biasa, ia adalah keturunan keluarga kerajaan.

 

Sistem pemerintahan kerajaan memang tak berlaku lagi di Korea, tapi keberadaan keturunan dan kerabat kerajaan sangat dihormati bahkan hampir setara dengan presiden. Dan Sehun adalah anak dari pangeran Soohyun dan mendiang lady Sooji. Statusnya sebagai keturunan keluarga kerajaan memang tak pernah dipublikasikan, mengingat usianya masih sangat belia.

 

“. . . . . . .seorang ibu datang ke rumah dan marah-marah, katanya kau telah merusak mainan anaknya. Apa itu benar?”

 

Tak jauh dari tempatnya, ia melihat wanita berpenampilan elegan sedang memarahi seorang gadis kecil yang mirip dengan—

 

“Gadith menyebalkan itu?”

 

“. . . . kenapa kau selalu membuat masalah? Apa ibu pernah mengajarimu. . . . . .”

 

Sehun melihat orang no.1 yang ia benci itu hanya menunduk tak membalas perkataan ibunya. Wajah gadis itu terlihat sendu, sangat berbeda dengan yang ia lihat di sekolah tadi.

 

Beberapa saat kemudian, wanita itu masuk ke mobil dan pergi meninggalkan gadis kecil yang menatap nanar kepergiannya.

 

“Maaf membuat anda menunggu lama.”

 

Sehun mengalihkan pandangannya dari gadis kecil itu ketika mendengar suara supir pribadinya, kemudian ia melangkah masuk ke dalam mobil. Perlahan, kendaraan roda empat itu meninggalkan sekolah elite tersebut.

 

Dari balik kaca mobil, Sehun menatap datar bocah perempuan yang berjalan sendirian sambil menunduk. Ia bingung kenapa wanita tadi pergi meninggalkan gadis itu begitu saja dan membiarkannya pulang sendiri. Tiba-tiba kejadian di sekolah tadi terbayang kembali, dan itu membuatnya tak ingin ambil pusing memikirkan hal yang menurutnya tidak perlu.

 

-o0o-

 

“Sehun ah, apa kau suka sekolah barumu?”

 

Ne, aku menyukainya.” Jawab Sehun. “Meskipun ada makhluk yang sangat menyebalkan di sana.” Tambahnya.

 

“Benarkah?”

 

“Eum. Dia gadith paling menyebalkan yang pernah aku temui.”

 

Pangeran Soohyun terkekeh pelan melihat ekspresi putranya. Saat ini mereka berdua terlibat makan malam. Hanya berdua—selalu berdua sejak kepergian lady Sooji.

 

“Jangan seperti itu, bagaimana kalau nanti kau jatuh cinta padanya?” Goda Pangeran Soohyun.

 

“Itu tak akan terjadi, appa.” Sehun cepat-cepat menghabiskan makannya, setelah itu ia pamit hendak ke kamarnya dan tidur.

 

Bocah itu berbaring dan menarik selimutnya sampai dada. Ia menatap langit-langit kamarnya dan bersiap untuk tidur. Tiba-tiba kedua matanya terbuka kembali ketika wajah sendu gadis itu muncul begitu saja.

 

-o0o-

 

*ceklek

 

“Yoona unnie ~ “

 

Gadis yang dipanggil namanya menoleh dan mendapati sosok perempuan yang lebih kecil darinya. Ia tersenyum dan meninggalkan meja belajarnya untuk menemui adiknya.

 

“Seohyun ah, ada apa ke kamar unnie?”

 

Unnie, tadi aku memenangkan kontes menyanyi di sekolah.”

 

Jinjja? Woah, Seohyunnie hebat sekali.” Yoona memeluk tubuh mungil adiknya yang berusia satu lebih muda darinya.

 

Gomawo, unnie.”

 

“Kau ingin hadiah apa dari unnie?” Tanya Yoona.

 

“Bagaimana kalau besok unnie mentraktirku es krim?”

 

“Tidak masalah. Kalau begitu, pergilah tidur dan ingatkan unnie untuk membelikanmu es krim besok.”

 

Yoona tersenyum menatap punggung adiknya yang menghilang dari balik pintu. Ia sangat senang memiliki adik yang manis dan cerdas seperti Im Seohyun. Tidak salah jika ibunya sangat menyayangi Seohyun, tidak seperti dirinya yang hanya bisa membuat masalah.

 

-o0o-

 

Lee seonsaengnim baru saja keluar dari kelas 4-B ketika jamnya berakhir. Sehun yang biasanya jarang ke kantin, hari ini entah kenapa tiba-tiba ingin menuju ke tempat itu. Setelah memasukkan kembali bukunya ke dalam tas, ia beranjak dari tempat duduknya.

 

Thehun ah, kau mau ke mana?”

 

Sehun sudah hafal betul siapa yang sedang berbicara padanya. Hanya dia orang yang memanggilnya Thehun—dan menurutnya itu sangat memuakkan. Tanpa mempedulikan bocah perempuan itu, Sehun terus berjalan dan keluar dari kelas.

 

Ya! Kau tidak mendengarku, eoh?”

 

Akhirnya Sehun berhenti dan berbalik menatap gadis kecil itu. “Aku tidak ingin beruruthan denganmu, jadi pergilah.”

 

“Eiiyyy, jangan seperti itu. Oh iya, kau temannya si Dobi itu ‘kan? Aku hanya ingin menitipkan komik ini. Tolong kembalikan padanya.” Yoona menyerahkan komik yang ia curi kemarin kepada Sehun kemudian pergi entah ke mana.

 

“Dathar merepotkan.” Desis Sehun pelan. Kemudian ia menatap komik di tangannya. “Dobi? Apa itu nama lain dari Park Chanyeol?” Batinnya. Ya, siapa lagi orang yang dimaksud Yoona kalau bukan Chanyeol, karena kemarin ia melihat sendiri Yoona dikejar-kejar oleh namja itu.

 

-o0o-

 

Seperti biasa, ia akan menunggu jemputan di depan gerbang sekolah. Dan kali ini Sehun tak sengaja bertemu dengan Yoona. Sambil memegang kedua tali depan ranselnya, gadis kecil itu tersenyum melihat Sehun yang sayangnya tak ditanggapi serupa oleh bocah laki-laki itu.

 

“Kau sedang menunggu jemputan?” Tanya gadis itu sekedar berbasa-basi.

 

“Bukan uruthanmu.”

 

Ck! Kenapa kau ketus sekali padaku? Bagaimanapun aku ingin berteman denganmu.”

 

Thiapa juga yang ingin berteman denganmu.”

 

Gadis perempuan itu meremat tali ranselnya. Ia mengamati sekelilingnya yang mulai sepi karena semua murid sudah pulang. Karena merasa tak memiliki topik untuk dibicarakan, gadis itu memilih untuk meninggalkan Sehun yang tampaknya tak berminat padanya.

 

“Baiklah, aku pulang dulu.”

 

“Pergilah, aku tak ingin melihatmu lebih lama.” Ujar Sehun ketus.

 

Yoona berbalik dan melangkah meninggalkan tempat itu. Ia tak menunggu siapapun, karena ia yakin ibunya sedang menjemput Seohyun.

 

Setelah gadis itu sudah agak jauh, Sehun menolehkan kepalanya dan melihat gadis mungil itu jalan sendirian. Ia jadi berpikir, apakah Yoona selalu pulang sendiri tanpa ada yang menjemput?

 

Piip Piip

 

Dan mobil jemputannya pun tiba.

 

-o0o-

Sesampainya di rumah, Yoona langsung disambut ibunya. Ia melihat ada beberapa koper di ruang tamu. Ia juga meihat Seohyun adiknya berpenampilan seperti seseorang yang akan bepergian.

 

Eomma, ada apa ini?” Tanya Yoona heran.

 

“Kita akan pindah ke Busan, kau siap-siaplah. Semua pakaianmu sudah eomma masukkan ke dalam koper.”

 

Yoona tak bertanya lagi, ia hanya menurut dan mulai bersiap-siap. Sejujurnya ia ingin mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya. Tapi setelah dipikir lagi, ia rasa teman-temannya akan senang dengan kepindahannya.

 

-o0o-

 

“Sehun ah!”

 

Bocah laki-laki yang baru saja ingin masuk ke kelasnya tiba-tiba dihentikan oleh Chanyeol. Bocah jangkun g itu menghampiri Sehun dan menyodorkan sesuatu padanya.

 

“Ada apa?”

 

“Ini.”

 

Sehun menatap kertas yang disodorkan Chanyeol dengan alis yang bertaut. “Apa ini?” Tanya Sehun.

 

“Dari Yoongie, di menyelipkan ini di komikku. Aku juga punya satu.” Chanyeol memperlihatkan kertas miliknya.

 

Dengan ragu Sehun menerima kertas yang disodorkan Chanyeol. Ia melihat goresan pensil yang membentuk raut wajah seseorang. Tunggu! Itu raut wajahnya, raut wajah Sehun.

 

“Dia memang pandai menggambar dan bercita-cita ingin menjadi seorang mangaka. Lihat, gambarnya bagus, bukan?”

 

Sehun tidak tahu bahwa rascal itu memiliki bakat menggambar yang mengagumkan. Tapi tetap saja, ia tetap membenci gadis yang selalu meledeknya hanya karena ia tak fasih menyebut huruf ‘s’ .

 

“Aku tidak butuh ini.”

 

Sehun meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Chanyeol cukup terkejut, ia mengedikkan bahunya. Ia berpikir mungkin Sehun tak suka dilukis.

 

“Kalau begitu aku pergi dulu.” Chanyeol pun meninggalkan Sehun menuju ke kelasnya.

 

-o0o-

 

“Lee Nayoung..”

 

“Hadir.”

 

“Kang Seulgi?”

 

“Hadir.”

 

“Im Yoona.”

 

“. . . . . .”

 

“Im Yoona?”

 

Semua siswa berbalik menatap kursi paling pojok yang biasanya ribut kini sepi karena si pemilik tak ada. Seisi kelas bertanya-tanya ke mana perginya murid paling nakal itu. Tak terkecuali Sehun, biasanya Yoona akan mulai menganggunya di saat-saat seperti ini.

 

“Lee saem, silahkan masuk.” Kini perhatian teralihkan pada wali kelas mereka yang baru saja masuk.

 

“Anak-anak, teman kalian Yoongie telah pindah.”

 

Seisi kelas langsung ribut dan bertanya-tanya kemana Yoona pindah. Tapi tak sedikit juga yang senang, karena itu artinya mereka akan terbebas oleh anak nakal itu.

 

“Baiklah, aku pulang dulu.”

 

“Pergilah, aku tak ingin melihatmu lebih lama.” Ujar Sehun ketus.

 

Tiba-tiba Sehun teringat percakapan mereka kemarin. Ada perasaan aneh ketika mengetahui bahwa perkataannya benar-benar terkabul. Bahkan sangat cepat.

 

Setelah jam pelajaran berakhir, ia kembali ke tempat sampah tadi dan mencari kertas yang sudah kusut karena ia remas dengan kuat. Ia menarik salah satu sudut bibirnya melihat gambar tangan di kertas itu.

 

“Tidak buruk.”

 

Sehun mengeluarkan bolpoin yang ada di sakunya dan menulis sesuatu pada kertas itu. “By: Little Rascal.” Kemudian ia tersenyum kecil. Setelah ia perhatikan, ternyata ada sign tanduk rusa kecil di bawah gambar itu.

 

-o0o-

 

15 years later. . . .

 

“Unnie ~ .”

 

“. . . . .”

 

Unnie, bangunlah. Ini sudah pagi, kata eomma kita harus kembali ke Seoul.”

 

“. . . . . .”

 

UNNIE!!”

 

“Hmmm…”

 

Akhirnya gundukan selimut itu bereaksi juga. Perlahan gadis di dalamnya bangun dan mendudukkan tubuhnya di tempat tidur.

 

Nghh.. kenapa kau membangunkanku sepagi ini, Seohyunnie?”

 

Unnie! Ini sudah jam 8 pagi.” Gadis imut itu mempoutkan bibirnya yang mengundang cubitan dari sang kakak.

 

Arasseo, unnie akan segera mandi dan menyusulmu. Katakan saja pada eomma untuk duluan ke Seoul jika ada keperluan penting.”

 

Seperti yang dikatakan gadis bertubuh kurus itu, ia kembali ke Seoul seorang diri karena ibu dan adiknya telah berangkat duluan.

 

Yoona mengikat tali sneakersnya kemudian beranjak meninggalkan halaman rumah megahnya. Ia menuju stasiun kereta menuju Seoul yang berangkat 15 menit lagi. Tampaknya ia akan sedikit terlambat.

 

-o0o-

 

Sesuai perkiraan, Yoona terlambat dan kini ia sedang mengejar pintu kereta yang hampir mulai menutup.

 

CHAKKAMMAN !”

 

*slip

 

Berhasil. Gadis itu berhasil masuk dan seketika pintu kereta telah tertutup rapat. Ia bernafas lega dan ia masih tak menyadari bahwa dirinya hampir nyungsep(?) jika saja tak ada lengan yang menahannya.

 

“Kau tidak apa-apa,nona?”

 

“Eh?”

 

Yoona menoleh dan mendapati seorang pria sedang dalam posisi seperti memeluknya. Sontak ia menjauhkan tubuhnya dan meminta maaf pada pria itu.

 

“Mianhae, jeongmal mianhae.”

 

“Tidak apa-apa.” Pria itu tersenyum tipis. “Terlambat sedikit saja maka kau akan ketinggalan kereta.” Sambungnya.

 

“Kau benar, untung saja lariku cepat.” Yoona tersenyum awkward samibl memegang tengkuknya.

 

“Kau akan ke Seoul?” Tanya pria itu yang dibalas anggukan oleh Yoona.

 

“Aku juga. Oh ya, aku Kris. Senang bertemu denganmu.”

 

TBC

Advertisements

21 thoughts on “You Are My Destiny – 1

  1. Setelah menghilang 3 bln. Datang2 bawa FF yang ajigile. Keren! Aaaakkhhhhh.. Aku suka storynya.
    Lucu! Menarik dan menghibur!

    Yoona dengan sifat Jahilnya benar2 bikin Sehun jengkel setengah mati. Wkwkw
    asli emang jahil banget tuh anak.
    Rada2 kasihan juga sih.. Kayaknya Eommanya kayak pilih kasih gitu sama Seohyun.

    Setelah 15 tahun berlalu akankan YoonHun akan bertemu??
    Kira2 masih pada inget ngga ya?
    Mereka kan juga pernah ‘Ciuman’ . Ya walaupun ngga sengaja.
    Hihihii

    kepengen banget lanjutannya cepet. Coz udh penasaran banget sama kelanjutan ceritanya..
    Chinguuu! Please jangan menghilang lagi.. Oke!?

  2. Apa gra” kurng d perhtiin mkanya yoona eoni nkal
    Ksihan jga dgn yoona eoni yg kurng d perhtiin ommany
    Keren ceritnya thor
    Bklan ktmu nggaa dgn sehun oppa
    Apa ttp jahil dgn sehun oppa
    Pas udh ktmu
    Pnsrn d tnggu chap slnjtnya thor

    Hwaiting 😀

  3. cepetan update ya thor. suka banget ma ffnya. semoga aja seo gak suka ma sehun. jadi yoona dan seo gak perlu ribut. yoonhun janggggg….

  4. thor… kamu kemana ajaa?
    aku nungguin ff mu yg aphrodite ampe lumutan -_-
    skg comeback bawa ff baru gpp sih.. tp aphrodite nya kpn dilanjutin???

  5. Aigooo bru ngunjungin blog ini lagi udh dpt epep bru buatn author yg kece >_<

    little yoona jahil amat wkwkwkw smpe ngakak pas dia.a ledekin uri sehunnie wkwkwk.
    .tp kshn dia kyk gk d syng ama ibu 😦

    brhrp bngt yoonhun bisa ktmu kmbli kkkkk~~ senang ad kriss oppa jg 😀

  6. Hahaha dri awal aq udh senyum saat yoona ketwa sendiri d’klz saat sehun memperkenalkan dirix !
    Kasihan Yoona Kecil saat hrz pulang sendiri dan d’mrahin ummax…
    Plis jngn sampe seohyun suka ama sehun dan ngeganggu hubunganYoona sehun thor.
    Huwaaa Yongie udh kembali moga cepat ketemu ama sehun.
    Next d’tunggu thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s