You Are My Destiny – 2

You Are My Destiny 2

Sehun – Yoona

Standard Disclaimer Applied

-o0o-

Di stasiun kereta api Seoul, Yoona berpisah dengan pria jangkung tadi. Gadis itu keluar dari stasiun dan mencari taxi. Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 14; 13. Yoona mendongak ke atas menatap langit Seoul yang mendung, tampaknya sebentar lagi akan turun hujan.

Drrrttttt Drrrttttt

Yoona merogoh ponsel di saku celana jeansnya, tertera nama Seohyunnie di layar ponselnya. Ia segera menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda itu ke telinganya.

“Yoboseyo, unnie di mana?”

Unnie sudah sampai di Seoul.”

“Jinjja? Syukurlah kalau begitu.”

“Mungkin unnie akan terlambat pulang, unnie ingin jalan-jalan sebentar.”

“Arasseo, tapi kalau unnie butuh jemputan segera telepon aku, Shin ahjussi akan menjemput unnie.

Klik

Setelah memberi kabar pada Seohyun, gadis itu menyetop taxi dan pergi ke suatu tempat yang tak lain adalah toko yang menjual komik.

Setelah sampai di sana, ia membeli beberapa komik keluaran terbaru dan memasukkannya ke dalam ransel.

Gomawo.” Ujar Yoona pada kasir di sana.

Gadis itu berjalan keluar dari toko, tiba-tiba saja tetesan air mengenai wajahnya. Ia mengadahkan telapak tangannya dan tetesan air itu semakin banyak.

“Hujan.”

Yoona berjalan menuju halte bis terdekat dan berteduh di sana bersama beberapa pejalan kaki. Hujan cukup lebat dan berlangsung lama, itu membuatnya mati kebosanan.

“Bukankah aku membawanya di ranselku?”

Ransel di punggungnya ia pindahkan ke pangkuannya dan mengambil seperangkat alat untuk menggambar yang ukurannya tak terlalu besar. Hanya selembar kertas, sebuah pensil dan papan pengalas.

Ia mulai menggambar salah satu adegan berikutnya dalam proyek komik baru miliknya yang dua minggu lagi harus rampung sebelum mengirimnya ke salah satu perusahaan percetakan. Sambil menunggu hujan reda, ia telah menyelesaikan beberapa bagian.

Satu-persatu para pejalan kaki yang ada di sana mulai meninggalkan halte bis ketika hujan telah reda. Tak ingin berlama-lama di sana, Yoona pun menyusul. Berhubung ada bis yang kebetulan lewat, ia masuk ke dalam bis dan hanya memegang beberapa kertas yang telah dipenuhi oleh gambar hingga tak menyadari bahwa salah satu kertasnya terjatuh.

-o0o-

“Sepertinya aku terlambat pulang, ada macet di sini.”

“. . . . . . .”

“Baiklah, aku tutup dulu.”

Lelaki itu menutup teleponnya dan menyimpannya di saku celana. Kemudian ia menatap ke depan dan melihat kemacetan yang cukup panjang. Ia menghela nafas pelan sambil mengetuk-ngetuk stir mobilnya.

*tap

“Apa itu?”

Selembar kertas menempel di kaca mobilnya. Ia memajukan tubuhnya untuk memperjelas benda itu. Kemudian ia turun dari mobil dan mengambil kertas asing tersebut.

“Milik siapa ini?” Lelaki itu mengedarkan pandangannya ke sekitar, mungkin saja ada orang yang terlihat sedang mencari sesuatu. Dan bisa saja itu adalah benda yang ia pegang sekarang. Namun , ia tak menemukan seseorang merasa kehilangan.

Piip Piip

Ia seperti tersadar kembali setelah mendengar suara klakson kendaraan lain. Kini mobilnya dapat bergerak dan tampaknya kemacetan telah terurai. Ia meletakkan kertas tadi pada jok depan yang kosong dan menstarter kembali mobilnya.

Terlihat beberapa kendaraan memasuki mansion keluarga kerajaan. Hari ini salah satu keturunan keluarga kerajaan baru saja datang dari Amerika.

“Apa Sehun belum datang?”

“Sebentar lagi, katanya ia terjebak macet.”

“Kris hyung!”

Namja tinggi itu membalikkan badannya ketika mendengar seseorang memanggilnya dari belakang. Ia tersenyum dan menyambut pelukan yang diberikan orang itu padanya.

“Bagaimana kabarmu ?”

“Seperti yang kau lihat. Aku baik.”

Kris—namja yang baru datang itu melepas pelukannya pada sosok sang adik. Meskipun mereka tak ada hubungan darah, tapi ia sudah menganggapnya sebagai saudara. Kris adalah putra dari anak angkat mendiang Siwon—kakek Sehun—sekaligus menjadi saudara angkat pangeran Soohyun. Sayangnya, ayah Kris telah meninggal karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

-o0o-

Eomma, untuk apa kita ke sini?”

“Keluarga kerajaan mengundang kita untuk merayakan kedatangan salah penerus mereka.”

“Salah satu? Apa penerus kerajaan ada dua?”

“Benar sekali, sayang. Karena itu eomma cepat-cepat kembali ke Seoul agar bisa bersiap-siap.”

“Ish, eomma ada-ada saja. Kita bahkan meninggalkan Yoona unnie.”

“Sudahlah, ayo masuk.’’

Ny. Im dan putrinya Seohyun memasuki mansion mewah itu bersama beberapa tamu lainnya. Bukan tanpa alasan mereka diundang dalam acara ini, karena mendiang suami Ny. Im adalah sahabat dekat pangeran Soohyun.

“Jihyun ssi, terima kasih sudah datang. Andai saja Hyunbin masih ada bersama kita.”

Ny. Im tersenyum tipis membalas sapaan pangeran Soohyun. Ia pun memperkenalkan putrinya pada pria paruh baya itu.

“Ini putriku, Im Seohyun.”

Gadis cantik itu membungkuk sopan dan memperkenalkan dirinya. “Im Seohyun imnida, senang bertemu Yang Mulia.”

“Hahaha, santai saja. Aku ini sahabat dekat ayahmu, kau bisa memanggilku paman.” Ujar pangeran Soohyun. “Jihyun ssi, putrimu cantik sekali.”

“Terima kasih.” Seohyun tersenyum tipis.

“Silahkan menikmati pestanya.” Kemudian pria itu pergi menemui tamu-tamu lain.

-o0o-

Yoona memencet bel rumahnya berkali-kali namun tak seorang pun yang keluar. Ia juga tak punya kunci dan tak ada pelayan yang bisa dibubungi karena semua pelayan sudah diberhentikan sejak kepindahan mereka ke Busan beberapa tahun lalu.

Eottokhae ?” Gumamnya pelan.

Drrrrttttt Drrrrrttttt

Yoboseyo?Seo ah, apa kalian di luar?”

“Unnie di rumah?”

Ne, tapi aku tak bisa masuk.”

“Aish, unnie ke sini saja. Akan kukirim alamatnya lewat email.”

“Baiklah, aku tunggu.”

Beberapa saat kemudian, ponsel gadis itu bergetar menandakan email masuk. Ia segera mencari taxi dan menuju ke alamat yang dikirimkan Seohyun padanya.

Sesampainya di sana, gadis itu merasa heran. “Untuk apa eomma dan Seohyun ke mansion keluarga kerajaan?” Batinnya.

Kemudian ia melangkah masuk dan—

-o0o-

“. . . . .mereka berdua adalah calon penerus tahta keluarga kerajaan, Kris dan Sehun—“

*ceklek

Perkataan pangeran Soohyun terputus karena suara pintu yang terbuka. Semua undangan yang hadir mengalihkan pandangannya pada sosok gadis yang berdiri mematung di sana.

“Siapa dia?”

 

“Entahlah, apa dia tamu undangan?”

 

“Tapi pakaiannya errr….”

Sepeti itulah tanggapan yang diberikan oleh para tamu undangan kepada gadis itu. Memang benar, untuk acara resmi seperti ini—terlebih lagi diadakan oleh keluarga kerajaan yang terhormat—sudah sepatutnya penggunaan celana jeans, ransel, dan sneakers dipertanyakan.

Gadis itu—Yoona—yang salah tingkah diperhatikan seperti itu hanya membungkuk beberapa derajat dan tersenyum tipis.

Sementara di sudut sana, Seohyun yang tadinya ingin menemui kakaknya harus menahan keinginnya karena sang ibu yang melarangnya.

“Tapi eomma—“

“Diamlah, apa kau mau mempermalukan keluarga kita?”

“Tapi Yoona unnie keluarga kita.” Rengek Seohyun.

“Berhenti berbicara dan bersikaplah tak terjadi apa-apa.”

Eomma!”

-o0o-

Di depan sana, Sehun dan Kris turut memperhatikan gadis yang baru saja masuk dan langsung menyedot perhatian.

Ck! Menggelikan, apa dia tidak punya malu?” Cibir Sehun sinis.

“Sepertinya aku pernah melihatnya.” Gumam Kris yang mengundang tatapan bertanya dari lelaki di sampingnya. “Ah, dia gadis yang di kereta tadi.”

“A-Apa?” Tanya Sehun tak mengerti.

“Sebenarnya tadi aku ke Busan mengunjungi makam ayahku, dan aku bertemu dengannya di kereta.”

Hyung, apa kau—“

Sebelum Sehun melanjutkan perkataannya, Kris telah terlebih dahulu meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke pintu tempat gadis itu berdiri.

“Hai, “

Kris menepuk bahu gadis itu pelan namun cukup membuatnya terkejut. Yoona menatap Kris bingung untuk beberapa saat.

“Jangan bilang kau telah lupa padaku.”

Yoona mencoba mengingat-ingat, dan akhirnya ia tersenyum seolah baru memenangkan lotre. “Kris? Yang di kereta tadi?”

“Kau benar.”

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Yoona penasaran.

“Jawabannya nanti saja, sekarang kau ikuti aku.” Tanpa persetujuan, Kris menarik pergelangan tangan gadis itu dan membawanya ke sebuah ruangan.

“Kau membawaku ke mana?”

“Diam dan ikut saja.”

Dan kejadian itupun tak luput dari perhatian Sehun. Ia tak tahu bagaimana bisa hyungnya mengenal gadis yang menurutnya tidak tahu malu itu dan bahkan terlihat dekat.

-o0o-

Yoona menatap heboh pantulannya dirinya di cermin. Entah apa yang dilakukan wanita-wanita tadi hingga membuatnya begitu terpukau pada dirinya sendiri.

“Ya Tuhan, aku tak pernah terlihat secantik ini.” Gadis itu terus berputar-putar pada cermin besar di hadapannya.

“Nona, tuan muda Kris menunggu anda.” Seorang wanita menginterupsi kegiatan—mari mengagumi diri sendiri—yang dilakukan Yoona. Ia mengangkat gaunnya tinggi-tinggi dan berjalan menuju pintu keluar.

“Nona, anda harus memakai sepatunya.” Ujar wanita itu lagi.

Yoona berhenti dan menatap high-heels yang ditunjukkan wanita itu padanya. “Maaf, aku tidak bisa memakai sepatu seperti itu. Untukmu saja.” Tolak Yoona. Tanpa mempedulikan panggilan wanita tadi, ia terus berjalan hingga mencapai pintu kemudian membukanya.

*ceklek

Kris yang dari tadi bersandar pada tembok, kini menegakkan badannya ketika melihat sosok bergaun karamel keluar dari ruangan itu.

Wow..” Gumamnya tanpa sadar.

Ia meneliti gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan—

Heung?” Pandangannya terkunci pada sneakers yang digunakan Yoona. Sumpah demi apa ia ingin sekali tertawa, tapi ia takut menyinggung perasaan gadis yang menurutnya sangat unik itu.

“Apa aku terlihat menggelikan?” Ujar Yoona tak yakin.

“Tidak. Hanya saja sepatumu—“

“Sepatuku?” Potong gadis itu cepat. “Kau tahu, sepatu ini sangat bagus digunakan di jalanan yang becek(?) dan berbatu sekalipun. Sepatu ini juga melindungi kakimu dari sinar matahari langsung.” Jelas Yoona dengan yakin. Ah, ia sangat bangga pada keunggulan sepatunya dibandingkan high-heels tadi.

Kris hanya tersenyum tipis kemudian mengacak surai cokelat gadis itu. Tadinya ia ingin menyarankan gadis itu untuk memakai kembali high-heelsnya, tapi ia mengurungkan niatnya. Gaun dipadukan sneakers tidak terlalu buruk.

“Hm… Kris ssi.”

Nde?”

“Apa kau punya sesuatu untuk dimakan? Aku agak lapar sebenarnya.” Ujar Yoona sambil mengusap perutnya. Sejujurnya ini agak memalukan, tapi ia benar-benar kelaparan.

“Tentu saja, ayo ikut.”

Yoona mengikuti langkah kaki panjang Kris berharap dapat menemukan makanan. Ia mengira Kris akan membawanya kembali ke pesta, tapi nyatanya ia sampai pada ruangan dengan meja panjang di dalamnya. Gadis itu menebak bahwa ini adalah ruang makan.

“Duduklah, aku akan menyiapkan makanan untukmu.”

“E-eh? Kau yang akan memasak?” Tanya Yoona tidak yakin. Tapi kemudian namja itu mengangguk. Tinggal di luar negeri membuatnya bisa hidup mandiri dan mengurus kebutuhannya sendiri.

“Ada masalah?”

Dengan cepat gadis itu menggeleng. “Ah, tidak. Hanya saja kau—“

“Anggota keluarga kerajaan?” Tebak Kris yang dibalas dengan anggukan oleh yeoja itu. “Anggap saja aku temanmu, okay?” Kris menuju salah satu pintu yang sepertinya terhubung ke ruang masak-memasak.

Yoona duduk dengan gelisah di tempat itu. Ia hanya sendirian dan sejujurnya ini sedikit membosankan. Gadis itupun meninggalkan tempatnya dan berjalan-jalan keluar. Ia menatap kagum pada semua benda-benda unik yang ia lalui.

“Tempat ini luar biasa.” Gadis itu meraba sebuah lukisan yang terpajang di dinding. “Pasti harganya sangat mahal.” Tiba-tiba pandangannya berubah tertarik pada sebuah guci keramik di pojokan. Yoona pun melangkah mendekati benda itu.

Karena terlalu terburu-buru, ia tak sengaja menginjak gaun panjangnya dan jatuh. Di saat yang bersamaan, seorang lelaki dengan setelan jas hitam berbelok di arah sana dan—

*Brukk

-o0o-

Perlahan Yoona membuka kedua matanya yang refleks menutup ketika terjatuh tadi. Ia mendapati sepasang mata—yang tampak tidak asing—sedang menatapnya datar. Dan beberapa detik kemudian ia baru sadar bahwa tubuhnya berada di atas tubuh namja itu.

“Ma-maafkan aku.”

Dengan cepat ia bangkit dan membungkuk berkali-kali pada namja itu. Entah karena salting atau ia baru teringat bahwa Kris menyuruhnya menunggu di tempat tadi, Yoona mengangkat gaunnya dan berjalan cepat ke tempatnya semula.

Ia mempercepat langkahnya ketika mendengar derap kaki lain yang mengikutinya. Yoona menoleh ke belakang dan mendapati namja yang ia tabrak tadi.

“Apa dia bermaksud meminta ganti rugi? Ya Tuhan, aku tak punya uang sama sekali.” Batinnya.

Yoona berteriak dalam hati ketika melihat Kris berdiri di depan ruangan tadi. Sepertinya namja itu kebingungan mencari Yoona.

“Kris ssi!”

Namja itu menoleh. “Kau dari mana saja?” Tanya Kris.

“Maaf, err ada yang mengikutiku.” Ujar Yoona sambil berbisik.

Tak lama kemudian sosok yang kata Yoona sedang mengikutinya muncul di sana, Kris menatap Yoona seolah bertanya-apa-dia-yang-mengikutimu? Dan Yoona mengangguk. Kekehan kecil keluar dari bibir pria tampan itu.

“Dia Sehun, saudaraku. Tidak usah khawatir.”

“Benarkah?” Tanya Yoona tak percaya.

“Dan maaf saja, aku tidak mengikutimu.” Ternyata namja itu mendengar perkataan Yoona pada Kris.

“Makanannya sudah siap.”

“I-itu, sebaiknya aku pulang saja. Terima kasih atas bantuannya hari ini.” Dengan terburu-buru Yoona membungkuk pada kedua namja tadi dan bergegas pergi.

“Hei, aku belum tahu namamu.” Panggil Kris.

“Yoona, Im Yoona.”

*Deg

“Yoo-Yoona?”

Namja itu menatap Yoona yang telah hilang di balik koridor. Bayang-bayang masa lalunya tiba-tiba berputar kembali seperti roll film.

“HAHAHA, dari mana seonsaengnim mendapatkan anak lelaki cadel seperti dia? HAHAHA.”

 

“Hai, Thehuuun ~ “

 

“Thehun ah, kau mau ke mana?”

 

“Ck! Kenapa kau ketus sekali padaku? Bagaimanapun aku ingin berteman denganmu.”

 

“Baiklah, aku pulang dulu.”

Sesuatu dalam dirinya tiba-tiba berdegub kencang, terlebih setelah mengingat insiden kecil tadi yang dulu pernah ia alami dengan orang yang sama pula.

“Hahaha, dia gadis yang lucu.”

Perkataan Kris membuatnya seperti tersadar kembali. “Apa yang kau lakukan padanya,hyung?” Tanya Sehun. Seingatnya, yeoja tadi tidak memakai gaun indah saat awal kemunculannya tadi.

“Aku memberinya gaun, dan katanya ia lapar. Aku pergi memasakkan makanan untuknya tapi dia malah pergi. Kau lihat tidak? Dia bahkan masih memakai sneakersnya.”

Sehun masih merasa terkejut. Ia masih—sangat—ingat bagaimana kelakukan teman sekelas dua harinya itu saat mereka pertama bertemu. Gadis mungil itu tertawa karena ia masih belum fasih menyebut huruf ‘s’, dan dua hari berikutnya, gadis mungil itu sudah pindah sekolah.

Tapi sekarang, ia bertemu lagi dengan orang yang menduduki posisi no.1 dalam daftar orang yang ia benci. Meski ia benci untuk mengakuinya, tapi terbesit rasa senang mengetahui bahwa gadis itu kembali. Dan—ehm—dia cantik memakai gaun tadi.

-o0o-

Yoona membaringkan tubuh lelahnya di atas kasur empuk yang sudah beberapa tahun tak ia tempati lagi. Sesampainya di rumah tadi, ia mendapat ceramah panjang-lebar dari ibunya. Belum lagi kejadian memalukan yang terjadi di pesta tadi.

Ngomong-ngomong soal pesta, Yoona teringat pada sosok lelaki yang ia tabrak tadi. Entah kenapa namja itu terlihat familiar baginya. Tapi kemudian, ia memilih untuk tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.

Sementara di tempat lain. . .

“Apa ini?” Tanya Kris heran.

“Nona tadi melepas gaunnya dan menyuruh saya mengembalikannya.”

“A-Apa?” Kris menghela nafas pelan. “Gadis itu benar-benar. . .”

-o0o-

Yoona dan Seohyun pindah ke universitas yang sama, yaitu di Seoul University. Seohyun sangat senang karena baru kali ini ia bisa satu sekolah dengan kakaknya. Ia tidak tahu mengapa ibunya selalu memasukkan mereka di sekolah yang berbeda bahkan sejak taman kanak-kanak.

“Selamat pagi, maaf aku terlambat.”

Yoona membuka pintu kelasnya dan membungkuk ke arah seorang dosen yang sedang memberi materi. Ia langsung mengambil salah satu tempat di pojokan yang kebetulan kosong.

Politik dan Hukum.

Demi apapun Yoona sama sekali tidak tertarik dengan fakultas yang dipilihkan ibunya. Sejak dulu ia bercita-cita ingin menjadi seorang mangaka yang profesional dan fokus pada bidang itu, tapi ibunya menentang dengan keras. Dan di sinilah dia, berbaur dengan para mahasiswa fakultas hukum.

Meski begitu, ia tetap serius dan bersungguh-sungguh menjalani hari-harinya di kampus. Ia sadar masih banyak orang di luar sana yang ingin menuntut ilmu tapi tak memiliki biaya.

Setelah jam berakhir, ia menuju perpustakaan dan mengeluarkan semua isi tasnya. Pensil, kertas dan papan pengalas. Alat untuk menggambar.

Tapi tampaknya ada sesuatu yang terlupa. “Di mana bagian itu?” Tanya gadis itu pada dirinya sendiri. Ia mengubek-ubek kembali isi tasnya beserta tumpukan kertas-kertas yang telah bergambar.

“Apa mungkin terjatuh di kelas?” Tanpa pikir panjang, Yoona berlari meninggalkan tasnya di sana dan kembali ke kelas.

-o0o-

“Ketemu.”

Setelah mendapatkan buku yang ia cari, lelaki itu menuju salah satu meja terdekat yang kosong. Tapi ada sebuah tas dan tumpukan kertas di atasnya. Namja itu berjalan mendekat ke meja dan memperhatikan setiap lembaran kertas berisi gambar

“Ini. . .”

Teringat akan sesuatu, namja itu membuka ranselnya dan mengambil sesuatu di sana. Sebuah kertas yang terlihat mirip dengan yang ada di atas meja.

“Tidak salah lagi. Tapi, siapa pemiliknya?” Batinnya.

“Maaf, ini milikku.” Sahut seseorang dari belakang.

Namja itu bangkit dari tempat duduknya dan menatap seseorang yang baru saja menegurnya. Ia tertegun.

“Yoo-Yoona ?”

TBC

Kayaknya ini bakal jadi ff yg panjang, atau end dengan terpaksa ? haha XD. Gak tau kenapa, tapi gue agak sedikit(?) nyesel udah ngepost ni ff, takut gk bisa lanjutin 😀

Aphrodite juga :/, endingnya sih udah kepikiran, tapi jalan menuju(?) ke endingnya tuh susah banget -_-v

Kalo gak keberatan, dua ff bakal gue discontinued *ya elah, baru aja ngepost udah mau di discon -_-  *  iye tau, tapi mumpung belum kepanjangan(?), lagian ceritanya juga biasa aja

Maaf kalo ngecewain :/

Advertisements

17 thoughts on “You Are My Destiny – 2

  1. Yaelah.. Baru juga dapet 2 part udah nyerah aja saeng.. Biar ffnya panjang kek apa gua jabanin dah.. Mau storynya berbelit2 dan kurang oke menurutmu pasti gue ikutin ffmu. Jangan nyerah dulu dong saeng. Yah yah.. *kedipkedip*
    kadung suka nih sm ff Aprodite n ini. ,
    masa iya mau di tunda/diberhentikan. Bakal nangis guling2 dah gue entar. Wkwk

    ditunggu aja deh postingan selanjutnya. Gue do’ain semoga cepet dpt inspirasi. Fighting!

  2. apapun yg trkadi tolong dilanjutin dong thor, mau lama dipost, udh ngk ad ide, apa pun itu author lanjutin aja ‘yaelah bahasanya
    .. aku jg sering kalo ada tugas nulis cerpen kyk gitu, udh kepikir ending tpi ngk tau crita ke endingx ato ngerasa ngk tau tuh cerpen mau diapaain lgi.
    saran aq sih thor, author nulis aja, berhadpan dngn laptop walaupun lgi ngk ide, nulis aja ap yg ada dipikiran author entah itu idex jelek, mungkin idex lama klamaan akn muncul sendirix

  3. apapun yg trjadi tolong dilanjutin dong thor, mau lama dipost, udh ngk ad ide, apa pun itu author lanjutin aja ‘yaelah bahasanya
    .. aku jg sering kalo ada tugas nulis cerpen kyk gitu, udh kepikir ending tpi ngk tau crita ke endingx ato ngerasa ngk tau tuh cerpen mau diapaain lgi.
    saran aq sih thor, author nulis aja, berhadpan dngn laptop walaupun lgi ngk ada ide, nulis aja ap yg ada dipikiran author entah itu idex jelek, mungkin idex lama klamaan akn muncul sendirix

  4. Jebal thorrrrrr lanjutin y plisss ini ff benar” daebak smaan dgn aprhodit jgn nyerah thor jeballll..
    Aku senang yoona yg kyk natural? Disni ehehe kris jd penyelamat yoona kkkk~~~ sehunnie akhr.a ketemu ama yoona 😀

  5. yaaah, koq tbc..
    haduhh, bruan deh yoonhun nya bersama.Hehe..
    eumm, knpa dgn eoma yoona, sprtinya dia lebih perhatian pd seo.. huhuu

  6. Wahhh udahh lama ngga mampir ke blog ini ternyata udahh ada aja lanjutannya ni ff hehehhehe, kyaA yoona bisa” nya salah kostum dan yoonhun brtemu lgiii dehhh heheh

  7. cuma sehun yg ngenalin yoona yaaaa
    berharapnya yoona pacaran sama kris dulu deh kkkkk
    tapi kayaknya bakal complicated bngt karna ada masalah lain yaitu yoona eomma dan seohyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s