You Are My Destiny – 3

You Are My Destiny 3

Sehun – Yoona

Standard Disclaimer Applied

-OoO-

 

 

“Penguntit waktu itu?” Pekik Yoona tak kalah terkejut. Tapi sedetik kemudian ia membekap mulutnya sendiri. Kau baru saja melakukan kesalahan besar dengan menuduh salah satu penerus keluarga kerajaan sebagai penguntit.

 

 

“Tolong jaga kata-katamu.”

 

 

“Iya, iya. Maafkan aku.” Ujar gadis itu sambil membungkuk sopan. Ia tahu namja di depannya bukan orang sembarangan, bisa saja setelah ini ia dituntut atas penuduhan sembarangan(?).

 

 

Tak sengaja pandangan gadis itu tertuju pada lembaran kertas yang ada di tangan namja tadi. “Ya Tuhan, dari mana kau mendapatkan ini?” Tanpa persetujuan, ia menarik kertas itu dari tangan namja di depannya begitu saja.

 

 

“Apa kau menemukannya di sekitar sini? Ah, aku benar-benar ceroboh.” Ia bermonolog sendiri sambil memukul kepalanya.

 

 

“Hmm.. mengenai hal kemarin, aku benar-benar minta maaf.” Yoona kembali membungkuk.

 

 

Rascal.”

 

 

“A-Apa?”

 

 

“Kau. Rascal.” Jelas namja itu.

 

 

Ya! Walaupun bahasa Inggrisku pas-pasan, tapi aku tahu apa yang kau katakan tadi. Dan aku tidak setuju.”

 

 

“Kau belum berubah ternyata.”

 

 

Alis Yoona bertaut bingung, ia berpikir apa namja di depannya ini adalah seseorang yang ia kenal hingga berbicara seperti itu padanya. Yoona meneliti penampilannya dari atas sampai bawah, tetap saja ia tak menemukan sesuatu(?).

 

 

“Apa kita saling kenal sebelumnya?” Tanya Yoona.

 

 

“Seandainya saja seperti itu, tapi sayangnya kau adalah orang no.1 yang paling aku benci.” Tanpa menjelaskan maksud perkataannya, namja itu pergi begitu saja.

 

 

-OoO-

 

 

Sehun’s PoV

 

 

Apa dia benar-benar tak ingat padaku sama sekali?Dasar gadis menyebalkan, bodoh! Untung saja sekarang cadelku sudah hilang. Tapi, kurasa kemampuan menggambarnya semakin meningkat. Tunggu, bukankah benda itu masih ada?

 

 

Aku membuka kembali ranselku dan mengambil sesuatu yang sudah sangat lama kusimpan. Sebuah kertas berisi coretan seorang gadis mungil seusiaku pada waktu itu.

 

 

Bajingan kecil, eoh?

 

 

Jujur saja dulu aku benar-benar membenci gadis yang terus meledekku. Saat itu, ia benar-benar menyebalkan meski aku baru mengenalnya selama dua hari. Tapi kemarin, ia err—aku benci mengatakan ini tapi ia cukup pantas memakai gaun itu.

 

 

Dan tabrakan di koridor itu—ARGHH, apa yang kau pikirkan Sehun?

 

 

*Bruk

 

 

“Oh, aku minta maaf.” Karena terlalu sibuk berpikir aku sampai tak tahu bahwa seorang gadis berjalan di depanku.

 

 

“Tidak apa-apa, aku juga minta maaf.”

 

 

Ah, bukankah aku ada kelas lagi setelah ini? Kalau tidak salah jadwal Mr. Kim untuk masuk. Astaga, bukankah ada tugas yang harus dikumpul? Mati aku.

 

 

Sehun’s PoV END

 

 

-OoO-

 

 

Seohyun berlari kecil menghampiri sosok kakaknya yang sedang serius berkutat dengan pensil dan kertas gambarnya.

 

 

“Unnie!”

 

 

Yoona terkejut dan menjewer pelan telinga adiknya karena telah membuat gambarnya tercoret tidak sesuai rencana. Seohyun mengerucutkan bibirnya kemudian duduk pada kursi di samping kakaknya.

 

 

Unnie, tadi aku bertemu dengan putra pangeran Soohyun. Ah~ dia sangat tampan.”

 

 

Yoona memicingkan matanya ke arah Seohyun. “Aigoo, ternyata adik unnie sudah pintar jatuh cinta rupanya.”

 

 

“Tapi, dia benar-benar tampan bagaikan malaikat tak bersayap.” Seohyun membayangkan wajah pria yang tak sengaja menabraknya tadi. Sebenarnya ia telah menaruh perhatian pada namja itu sejak ia melihatnya di pesta.

 

 

“Baiklah, kalau Seohyunnie bilang dia tampan berarti dia benar-benar tampan.” Yoona mengalah. Ia tak ingin berdebat dengan sang adik, sementara proyeknya belum selesai.

 

 

-OoO-

 

 

“Gambar siapa itu?”

 

 

“Eoh, hyung. Kau mengagetkanku.”

 

 

Sehun terkejut dengan kedatangan Kris yang tiba-tiba berdiri di sampingnya—di balkon kamar. Buru-buru ia melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam saku.

 

 

“Besok aku akan ke Seoul University, kampusmu mengadakan seminar ‘kan?.”

 

 

“Benar, tapi untuk apa hyung ke sana?”

 

 

“Kata Lee ahjussi aku harus menyampaikan beberapa kalimat-kalimat motivasi.”

 

 

“Memangnya hyung bisa?” Tanya Sehun dengan nada mengejek.

 

 

Ya! Kau meragukanku?”

 

 

Aniyo, aku bercanda hehe.”

 

 

“Ck! Kau ini.”

 

 

-OoO-

 

 

Seoul University terlihat sibuk mempersiapkan acara seminar motivasi yang dijadwalkan berlangsung pagi ini. Beberapa menit lagi acara dimulai, para mahasiswa berbondong-bondong menuju tempat seminar. Sementara di salah satu koridor terlihat seorang gadis sedang menarik lengan gadis yang lainnya.

 

 

Unnie, ayo kita ke sana.”

 

 

“Tidak mau! Untuk apa datang ke seminar bodoh itu?”

 

 

“Yoona unnie!”

 

 

Seohyun terus menarik lengan kakaknya menuju tempat seminar. Sementara Yoona terus melawan dan bersikeras tak ingin ikut. Tanpa mereka sadari, seorang namja tinggi mendekati mereka berdua. Terlihat beberapa mahasiswi berbisik-bisik mengenai namja itu.

 

 

“Yoona ssi?”

 

 

Sontak kedua gadis itu membalikkan tubuhnya melihat siapa yang menyapa mereka. Seohyun yang mengenali namja itu langsung membungkuk sopan. Yoona tersenyum awkward dan ikut membungkukkan badannya. Ia melepas tangan Seohyun yang masih memegang lengannya.

 

 

“Oh, Kris ssi.”

 

 

“Apa kau akan ke tempat seminar?” Tanya namja itu.

 

 

“Tidak, akufftthh—“ Seohyun langsung membekap mulut Yoona.

 

 

Ya, kami akan ke sana.”

 

 

Kris tersenyum. “Kalau begitu aku duluan.” Namja itu menjauh dari sana dan menuju tempat seminar. Ia benar-benar terkejut bisa bertemu dengan gadis itu lagi, dan ia merasa sangat senang.

 

 

Setelah Kris pergi, Yoona memukul-mukul tangan Seohyun yang masih membekap mulutnya. Ia pun bernafas lega setelah Seohyun menjauhkan tangannya.

 

 

“Haahh.. hahh.. kau mau membunuhku, eoh?”

 

 

“Aku akan membunuh unnie kalau unnie tidak ikut seminar.”

 

 

“YAA!”

 

 

-OoO-

 

 

Di sinilah Yoona berakhir. Duduk paling pojok di barisan paling belakang. Entah ke mana adiknya menghilang setelah menyeretnya ke sini. Berkali-kali ia menguap mendengar serentetan kalimat yang diucapkan oleh salah satu dosen senior di depan sana.

 

 

“Hoamm—“

 

 

“Tidak sopan.”

 

 

Baru saja ia hendak memejamkan matanya, tiba-tiba suara seseorang mengagetkannya sekaligus mengganggu acaranya.

 

 

“Kau lagi. Kenapa kau ada di sini? Pergi sana. Aku mau tidur.” Yoona berniat melaksanakan kembali niatnya untuk tidur setelah mengetahui siapa yang menegurnya tadi.

 

 

Kening gadis itu berkerut. Kemudian ia membuka matanya dan menemukan Sehun sedang menarik-narik pelan rambutnya.

 

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

 

“Kau tak pernah keramas?”

 

 

*bukk

 

Ia memukul lengan Sehun membuat namja itu mengaduh kesakitan. “Kenapa memukulku?” Sehun menatapnya tajam yang dibalas tak kalah tajamnya oleh gadis itu.

 

 

“Huh, tak ada gunanya berlama-lama dengan orang sepertimu. Lebih baik aku pergi.”

 

 

“A-Aku ikut!”

 

 

Yoona beranjak dari tempatnya disusul Sehun yang sebenarnya juga merasa bosan dengan seminar itu. Tanpa mereka tahu bahwa Kris yang sedang berbicara di depan sana menatap mereka dengan tatapan bingungnya.

 

 

-OoO-

 

 

Setelah keluar dari ruang seminar, Yoona masih belum bisa tenang. Di belakangnya ada Sehun yang terus menarik pelan helaian rambut panjangnya.

 

 

Sehun juga mengomentari segala yang ada pada Yoona mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hell.. Sejak kapan sang Putra Mahkota jadi penasehat penampilan seperti ini?

 

 

“Aishh kenapa kau terus mengikutiku?” Ujar gadis itu sedikit geram, tapi tak ditanggapi oleh Sehun.

 

 

“Pergilah. Sehun ssi.”

 

 

“Kau mengusir seorang Putra Mahkota.”

 

 

Yoona berdecak kesal, ia menghadap namja itu sambil berkacak pinggang. “Aku. Tidak. Peduli.” Setelah itu ia berbalik hendak meninggalkan Sehun.

 

 

Namja itu hanya berdiam diri menatap kepergian Yoona. Ia tersenyum kecil mengingat ia telah membuat yeoja itu kesal dari tadi.

 

 

Yoona masih tak mengenali Sehun sebagai teman kecilnya yang sering ia ledek karena aksen cadelnya. Terang saja, ia hanya mengenal Sehun beberapa hari dan tak tahu latar belakang keluarga Sehun pada saat itu.

 

 

-OoO-

 

 

“Seminar tadi sangat membosankan.” Keluh Sehun.

 

 

Ia baru saja tiba di kediamannya dan langsung merebahkan diri di sofa. Disusul Kris yang datang dari dapur membawa dua kaleng minuman.

 

 

“Aku melihatmu keluar dengan Yoona. Kalian bahkan tak memperhatikan aku bicara.” Kris melempar salah satu kaleng minuman yang ditangkap sempurna oleh Sehun. Namja berkulit putih itu mengubah posisinya menjadi duduk.

 

 

“Aku mengikutinya karena aku bosan.” Kemudian Sehun meneguk minumannya.

 

 

“Sehun ah.”

 

 

“Hmm?”

 

 

“Apa kau sudah tahu rencana appa?”

 

 

“Rencana apa?” Tanya Sehun.

 

 

“Lebih baik kau tanyakan langsung padanya.”

 

 

-OoO-

 

 

“Be-benarkah?” Jihyun hampir saja menjatuhkan cangkirnya ketika mendengar perkataan pangeran Soohyun barusan.

 

 

“Itu adalah rencana kami sejak dulu.”

 

 

“Mendiang suamiku tak pernah bercerita.”

 

 

“Karena itu, bisakah kau membawa putri-putrimu besok?”

 

 

“Tentu saja.”

 

 

-OoO-

 

 

Jihyun baru saja pulang dan disambut oleh putri bungsunya, Seohyun. Tak henti-hentinya ia tersenyum mengingat pembicaraannya dengan pangeran Soohyun.

 

 

Eomma sedang bahagia? Ada apa?” Tanya Seohyun penasaran.

 

 

“Besok, kau harus berdandan yang cantik.”

 

 

“Memangnya ada apa? Eomma membuatku penasaran.”

 

 

“Kau bilang kalau tertarik pada salah satu dari Putra Mahkota, benar?” Seohyun mengangguk pelan.

 

 

“Kau telah dijodohkan dengannya.”

 

 

Seohyun memekik kaget. Tak percaya sekaligus bahagia. Ia memeluk ibunya erat-erat sebagai ungkapan rasa bahagianya. Tak lama berselang, Yoona muncul dengan bungkusan cemilan super di tangannya. Ia mendengar keributan di ruang tengah dan penasaran dengan apa yang terjadi.

 

 

“Dan kau juga harus bersiap-siap besok.” Ujar Ny.Im sebelum meninggalkan kedua putrinya.

 

 

Yoona mengambil tempat di samping Seohyun dan menatap adiknya penuh tanya. “Memangnya besok ada apa?”

 

 

“Pokoknya unnie turuti saja kata eomma. Kita akan ke mansion keluarga kerajaan besok.” Jawab Seohyun kemudian meninggalkan Yoona dan kembali ke kamarnya. Ia harus menyiapkan penampilan terbaiknya untuk hari esok.

 

 

“Keluarga kerajaan? Lagi?” Yoona menghela nafas. Ia terlalu malas untuk bertemu—lagi—dengan namja yang akhir-akhir ini selalu menganggunya.

 

 

-OoO-

 

 

“. . . .demi kelancaran hubungan anak-anak kita, maka kuputuskan agar kedua putrimu tinggal bersama kami di sini. Kau tidak keberatan bukan?”

 

 

Yoona memukul kepalanya berkali-kali berharap bahwa kejadian beberapa saat yang lalu hanya salah satu dari sekian mimpi buruknya. Saat ini, ia mengasingkan diri di taman belakang mansion keluarga kerajaan.

 

 

Pagi-pagi ia dibangunkan secara paksa oleh adiknya dan menyuruhnya memakai dress yang pada akhirnya hanya tergeletak di atas kasurnya. Kemudian ia duduk ber-enam—dengan orang tua dan adiknya, dua Putra Mahkota dan seorang pangeran—membicarakan hal yang membuatnya hampir menyemburkan minumannya.

 

 

Perjodohan.

 

 

“Huffttt.” Entah sudah keberapa kalinya ia menghela nafas.

 

 

“Hey, aku mencarimu dari tadi.”

 

 

Seseorang datang dari belakang dan menepuk pundaknya. Yoona memutar kepalanya dan menemukan seorang namja jangkung ikut duduk di sampingnya.

 

 

“Kris ssi.”

 

 

“Apa kita belum cukup akrab sampai kau masih memanggilku dengan formal begitu?” Kris tersenyum, mau tak mau Yoona juga ikut tersenyum.

 

 

“Kau terkejut? Aku juga. Tak menyangka bahwa kita semua terikat dalam rencana yang dbuat oleh orang tua kita.” Ujar Kris. Sebetulnya, ia tak perlu repot-repot ikut perjodohan ini karena kenyataannya ia bukan putra kandung pangeran Soohyun.

 

 

“Aku pikir sebaiknya aku mundur saja. Lagi pula, tak mungkin dari kalian memilihku dan aku juga tak berharap dipilih oleh kalian.” Ungkap Yoona jujur.

 

 

Ia menyukai Kris hanya sebagai seorang kakak. Ia tak tahu kenapa tapi ia bisa meiihat sosok seorang kakak pada diri Kris. Dan Sehun, ia tak tahu dan tak terlalu memikirkan hal itu mengingat bahwa Seohyun menyukai si Putra Mahkota yang satu itu.

 

 

“Kenapa berbicara seperti itu?”

 

 

“Pertama, aku suka oppa sebagai kakak. Dan aku tak akrab dengan Sehun, lagi pula adikku menyukainya.” Jelas Yoona. “Dan aku malas harus berada satu atap dengannya. Oppa tahu, adik oppa itu sangat menyebalkan.” Kris hanya terkekeh pelan mendengar penuturan gadis itu.

 

 

“Tidak usah dipikirkan, ‘kan masih ada aku.”

 

Oppa benar.”

 

 

Yoona tersenyum tulus kali ini. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, toh mansion ini sangat besar dan bukan hanya Sehun saja yang ada di sini. Tapi masih ada Kris dan adik perempuannya.

 

 

-OoO-

 

 

“Aku tidak tahu ternyata kau adik dari gadis menyebalkan itu.”

 

 

“Eh? Apa unnieku menyebalkan?” Tanya Seohyun.

 

 

“Errr.. tidak juga. Tapi kami memiliki kenangan buruk di masa lalu.”

 

 

Oppa sudah mengenal Yoona unnie sejak lama?”

 

 

“Ti-tidak. Sudahlah, lupakan saja.”

 

 

Sehun menghabiskan minumannya kemudian meninggalkan balkon. Ia melirik sekilas pada dua orang yang sedang duduk di taman sebelum benar-benar pergi.

 

 

“Sepertinya unnie mulai dekat dengan Kris oppa. Apa unnie sudah memutuskan untuk mendekatinya? Aishh… unnie memang cepat sekali akrab dengan orang lain.” Seohyun terkikik geli melihat kakaknya bercanda di bawah sana. Tak bisa dipungkiri, gadis berparas imut itu merasa senang bisa berada dekat dengan Sehun.

 

 

Tapi, apa benar Sehun oppa dan Yoona unnie pernah bertemu sebelumnya?” Batin Seohyun.

 

 

-OoO-

 

 

Sore itu, Yoona kembali ke rumahnya mengambil beberapa barang penting karena semua pakaian dan perlengkapan lainnya telah diantarkan oleh pelayan-pelayan. Setelah itu ia menyusun semua barang-barangnya di kamar yang telah ditentukan.

 

 

“Hahh.. akhirnya selesai juga.” Gadis itu merebahkan diri di atas kasur.

 

 

*ceklek

 

 

“Hai, calon istri.”

 

 

“Pfftttt..” Yoona yang baru saja bangkit dari aksi tidurannya membekap mulutnya sendiri ketika mendegar sapaan seorang namja yang berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

 

 

“Apa yang membuatmu memanggilku dengan sebutan itu?” Tanya Yoona.

 

 

“Memang benar ‘kan? Kau adalah calon istriku.”

 

 

“Memangnya kau akan memilihku? Dan apa kau yakin aku akan menerimamu?” Yoona berjalan pelan mendekati namja itu—Sehun.

 

 

“Haha, kau percaya diri sekali.”

 

 

“Tentu tidak. Sejujurnya aku tidak berharap kau memilihku. Lagi pula, adikku menyukaimu.”

 

 

“Aku disukai banyak orang.”

 

 

“Jangan masukkan aku dalam golongan orang-orang penyuka Sehun.”

 

 

“Mungkin tidak untuk sekarang.”

 

 

Yoona mengernyit pelan, kini ia berjalan mundur karena Sehun terus bergerak ke arahnya. Hey, sejak kapan namja itu meninggalkan tempatnya?

 

 

“Hey, kau mau apa?” Tanya Yoona khawatir.

 

 

“Tapi tak ada yang tahu, mungkin saja kau—“

 

 

*bruk

 

 

“—akan jatuh cinta padaku?”

 

 

Kedua tangan Yoona tertahan di dada namja itu agar tak menindihnya lebih dari ini. Sial! Bagaimana bisa namja itu berada di atasnya sekarang?

 

 

“Menyingkir.”

 

 

“Hmm?”

 

 

“Menyingkir dari atasku Sehun ssi!” Yoona melayangkan tatapan tajamnya pada Sehun yang hanya tersenyum miring tanpa berniat bergerak sedikitpun.

 

 

Unnie, bagaimana dengan—omo!”

 

 

“Seohyunnie!”

 

 

TBC

yg mau gebukin saya silahkan

Advertisements

14 thoughts on “You Are My Destiny – 3

  1. weh lpa ma ff ini hehehe jd sehun langsung ngnln yoona???q brharap kris tau klo yoona cm anggap dia kakak….sehun jth cnta ma yoona kn??seo mg2 g bnc ma yoona klo tau sehun ska ma dia..ibu seo knp bnc ma yoona

  2. Apa yang akan terjadi ?
    seohyun mungkin bkalan benci sama yoona, tapi jangan sampai deh. . . Cukup eommanya yoona ajj yang nyebelin,,

    next author
    ^^

  3. Yoona blm ingat aja siapa sehu, wahhh kayaknya sehun suka sma yoona, but tp seohyunn jga ska sma sehun, kok kayaknya nyonya I’m ngga suka sihh sma yoona next chap please thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s