You Are My Destiny – 9 [End]

YAMD – 9 [END]

Yoona | Sehun

Standard Disclaimer Applied

_OoO_

“Pe-pergi?”

“Menemui kakakmu.”

 

Tubuh Seohyun mendadak lemas, seharusnya sekarang Sehun berada di sini dan melaksanakan acara pertunangan. Tapi Kris memberitahu bahwa lelaki itu telah pergi, menemui seorang perempuan yang baru saja kembali.

 

Dengan sangat terpaksa, acara tersebut ditunda dengan alasan Sehun yang harus menghadiri sebuah pertemuan penting.

 

_o0o_

 

Purehazel itu terus bergerak ke sana kemari mencari sosok perempuan yang menjadi alasan ia meninggalkan acara pertunangannya. Sehun sadar bahwa sekarang ia sudah melanggar perjanjiannya, tapi ia tidak bisa menunggu lebih lama.

 

“Yoo—“ Ia menemukan sosok yang dicarinya.

 

Sehun hendak menghampiri sosok itu, namun sesuatu membuat langkahnya terhenti. Perempuan yang dicarinya sedang berpelukan dengan lelaki lain yang tidak ia kenal. Mereka saling melempar senyuman dan terlihat sangat akrab.

 

Sehun merasa jantungnya berdenyut sakit, tubuhnya mendadak lemas. Berbagai macam pemikiran mulai muncul di kepalanya.

 

“Si-siapa lelaki itu?” Gumamnya.

 

_o0o_

 

“Jadi kita berpisah di sini?”

 

“Mau bagaimana lagi?”

 

“Baiklah, sampai bertemu di lain waktu.”

 

Chanyeol memeluk Yoona dan gadis itu balas memeluknya. Sebelum pergi, Chanyeol mengacak rambut gadis itu kemudian masuk ke dalam mobil yang menjemputnya.

 

“Aku akan menghubungimu nanti.” Yoona melambaikan tangannya pada Chanyeol yang mulai menjauh dari pandangannya.

 

“Ya Tuhan, aku harus mencari penginapan sementara.” Gadis itu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Kemudian ia menghentikan taksi yang lewat dan meninggalkan bandara.

 

_o0o_

 

Sehun kembali ke rumahnya dalam keadaan lesu, lelaki itu menjatuhkan tubuh tingginya di kasur. Kedua matanya terpejam, di kepalanya terbayang kejadian di bandara yang membuat hatinya berdenyut sakit.

 

“Kau hampir membuat malu keluarga Kerajaan.”

 

Purehazelnya terbuka ketika mendengar suara. Tanpa mengecek ia tahu siapa pemilik suara itu. Oh Seunghoon, ayahnya.

 

“Dia sudah kembali.”

 

“Dan kau sangat tidak bertanggung jawab dengan meninggalkan acara pertunanganmu.”

 

“Aku tidak bisa lebih jauh lagi. Aku benar-benar tidak bisa.”

 

“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”

 

“Aku tidak tau. Aku hanya menginginkan perempuan itu.”

 

_o0o_

 

“Dia benar-benar pembawa sial!.”

 

Jihyun sangat marah ketika mengetahui bahwa Sehun meninggalkan acara pertunangannya dengan Seohyun gara-gara ingin menemui Yoona. Padahal tinggal sedikit lagi dan Seohyun akan menjadi menantu keluarga Kerajaan.

 

“Im Jihyun. Untuk apa kau marah seperti ini?” Wanita itu bermonolog. “Pada akhirnya, putriku yang akan mendapatkan Sehun. Sedangkan gadis pembawa sial itu tidak berhak atas apapun.”

 

_o0o_

 

“Jujur saja, aku kasihan padanya.” Ujar Tn. Oh sembari mengingat kembali raut wajah lelah putranya.

 

“Dia sangat mencintai gadis itu.” Kris menanggapi.

 

“Oh ya, Yoona ‘kan juga putri dari Jihyun. Jadi, Yoona atau Seohyun akan sama saja.” Pikir Tn. Oh.

 

“Ada hal yang harus kuberitahu padamu.”

 

Seunghoon terbelalak mendengar penuturan Kris. Lelaki paruh baya itu menatap Kris tak percaya dan meminta penjelasan lebih rinci.

 

“Aku rasa ini akan sulit, Kris”

 

“Ya, kau benar.”

 

_o0o_

 

Setelah berputar-putar, akhirnya Yoona menemukan apartemen yang cukup murah dan layak untuk ditinggali. Ia sudah melakukan pembicaraan dengan pemilik apartemen, dan mulai hari ini ia akan tinggal di sana.

 

Dan mulai besok, Yoona akan kembali melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. Ia juga telah mendapat pekerjaan tetap di sebuah rumah produksi. Gajinya cukup tinggi dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

 

Drrrtt Drrrtt

 

Yoona baru saja selesai membersihkan tempat tinggal barunya. Saat sedang beristirahat, tiba-tiba ponselnya bergetar.

 

From : Kris

Kirimkan aku alamat apartemenmu.

 

Gadis itu membalas dengan cepat kemudian menyimpan kembali ponselnya. Yoona sangat bersyukur memiliki orang yang sangat perhatian padanya seperti Kris. Dengan adanya lelaki itu, Yoona merasa masih memiliki keluarga. Tentu ia tidak lupa dengan Chanyeol yang  juga sahabat terbaiknya.

 

Tak lama berselang, bel apartemennya berbunyi. Yoona yang baru saja mandi dan berpakaian, buru-buru keluar dari kamar dan menuju pintu.

 

“Welcome back, little rascal.” Kris merentangkan tangannya menunggu sebuah pelukan.

 

“Ck! Pulang sana!.” Ucap Yoona ketus, namun ia memberikan sebuah pelukan kepada lelaki bertubuh tinggi di depannya.

 

“Apartemenmu cukup bagus.” Kris meneliti setiap sudut apartemen gadis itu.

 

“Untuk saat ini aku hanya menyediakan air putih.” Yoona datang dengan segelas air di tangannya.

 

“Air putih bagus untuk kesehatan.”

 

Yoona dan Kris berbicara banyak, lebih tepatnya Yoona yang menceritakan pengalaman hidupnya selama di Jepang. Pembicaraan keduanya kerap diselingi tawa ketika mendapati hal-hal yang lucu.

 

“Oh ya, sebenarnya aku ada maksud untuk menemuimu.” Ucap Kris dengan nada serius.

 

“Apa itu?”

 

“Mungkin kau akan sulit percaya.”

 

_o0o_

 

Yoona menatap selembar foto pemberian Kris,  kedua matanya berkaca-kaca dan tanpa sadar air matanya keluar.

 

“Sekarang aku mengerti.” Gumamnya sembari tersenyum.

 

Flashback On

 

“Kita bersaudara, Yoong.”

 

“A-Apa maksudmu?” Bagai tersambar petir di siang bolong, Yoona benar-benar terkejut mendengar sederet kata-kata yang baru saja diucapkan lelaki di depannya.

 

“Aku adalah kakakmu, dan kau adalah adikku.”

 

“A-Aku tidak mengerti.”

 

“Kau bukan anak kandung Jihyun dan suaminya.” Kris mulai menceritakan suatu peristiwa yang benar-benar mengejutkan. “Saat itu entah bagaimana ayahku menghamili seorang wanita selain ibuku. Kemudian wanita itu meninggal saat melahirkan, mungkin saat itu ayahku bingung harus mengapakan bayi itu. Akhirnya ia memilih untuk menyerahkan bayi itu pada seorang sahabatnya. Dan sahabatnya itu adalah ayahmu, maksudku ayah Seohyun.”

 

Yoona mencermati setiap kata yang keluar dari mulut Kris. Sangat sulit mempercayainya, tapi itu masuk akal ketika mengaitkan bagaimana sikap Jihyun pada Yoona selama ini.

 

“Bagaimana bisa kau tau semua itu?” Tanya Yoona. Ia benar-benar masih bingung, tak menyangka akan mendengar sesuatu yang meruntuhkan dunianya dalam sekejap.

 

“Ayahku—maksudku ayah kita sendiri yang menceritakan padaku, dan informasi lainnya aku mencari sendiri.”

 

Flashback Off

 

“Mungkin karena itu aku merasa sangat nyaman dengan Kris, ternyata dia kakakku.” Yoona tersenyum senang, ia memang terkejut mengetahui hal itu, tapi sekaligus membuatnya bahagia.

 

_o0o_

 

Yoona menatap bangunan kampus yang ia tinggalkan selama dua tahun. Dan mulai hari ini, ia akan sesegera mungkin menyelesaikan studinya.Ia tak masalah jika harus tertinggal dari teman seangkatannya yang saat ini sudah mengerjakan tugas terakhir yaitu skripsi.

 

Saat ini gadis itu melangkah masuk ke perpustakaan mencari sebuah buku. Jemari panjangnya menelusuri rak buku. Yoona tersenyum ketika menemukan buku yang dicarinya. Bagai déjà vu, ia teringat saat dirinya dan Sehun saling berebut buku.

 

“Eh?” Yoona mencoba menarik buku itu, namun ada sesuatu yang menahan. Yoona menundukkan kepalanya dan bertemu pandang dengan seseorang.

 

Se-Sehun.” Batinnya.

 

_o0o_

 

“Apa kita bertemu secara kebetulan?” Suara Sehun memecah keheningan. Lelaki itu menatap lurus ke depan, rambut hitamnya bergoyang diterpa angin. Sekarang keduanya sedang duduk di bawah pohon yang memiliki kenangan tersendiri bagi mereka.

 

“Ya, takdir  mempertemukan kita.” Yoona menanggapi.

 

“Jadi apakah kita—“

 

“Takdir mempertemukan kita sebagai saudara.” Gadis itu menatap Sehun yang juga sedang menatapnya dengan kening berkerut. “Kau bisa meminta penjelasan pada hyungmu.” Lanjut Yoona saat menyadari raut kebingungan di wajah lelaki itu.

 

“Bagaimana perasaanmu padaku?” Sehun mengabaikan perkataan Yoona tadi.

 

“A-Apa maksudmu?”

 

“Kita sudah sepakat. Jangan pura-pura lupa.” Ucap Sehun.

 

“Sayang sekali, aku tidak memiliki perasaan apapun padamu.” Yoona mengedarkan pandangannya ke sekitar.

 

“Tatap aku saat berbicara.”

 

Gadis itu menghela nafas pelan, sejujurnya ia sangat gugup.  “Aku hanya menganggapmu sebagai teman biasa. Tidak lebih.” Jawab Yoona sambil menatap purehazel lelaki itu.

 

“Kau berbohong.” Tuduh Sehun cepat.

 

“Aku tidak—“

 

“Kau. Berbohong.” Ucap Sehun dengan penuh penekanan.

 

“Kau sudah akan bertunangan—“

 

“Persetan dengan itu.” Potong Sehun. “Aku meminta kau jujur padaku.” Lelaki itu mengguncang kedua bahu Yoona sambil menatapnya penuh intimidasi.

 

“Aku tid—“

 

Belum sempat Yoona menyelesaikan kalimat penyangkalannya, Sehun langsung membungkamnya dengan ciuman yang sangat tiba-tiba. Tak lama kemudian, Sehun memberi sedikit jarak antara wajahnya dengan Yoona.

 

“Di sini berdetak sangat cepat.”

 

Pandangan Yoona turun pada telapak tangan Sehun yang ternyata menempel di bagian atas dadanya. Gadis itu menatap Sehun dengan pandangan tak percaya.

 

“Aku sangat merindukanmu.”

 

Sehun memeluk Yoona sangat erat sambil tersenyum. Lelaki itu menenggelamkan wajahnya di helaian rambut Yoona, menghirup aroma yang sangat ia rindukan. Bebannya seperti terangkat, ia merasa seperti seseorang yang hampir mati kehausan dan menemukan oasis di gurun pasir.

 

“Im Yoona, aku mencintaimu.”

 

Yoona tersenyum, ia tak dapat menyangkal perasaan bahagia yang membuncah saat Sehun mengatakan kalimat itu. Yoona mengelus rambut hitam lelaki yang sedang bersandar di perpotongan lehernya dan memeluk pinggangnya. Sehun tertidur.

 

“A-aku juga mencintaimu, Oh Sehun.” Bisiknya pelan.

 

_o0o_

 

Entah kapan terakhir kali Seunghoon melihat putranya tersenyum seperti itu. Senyum yang sangat tulus dan penuh rasa bahagia.

 

“Oh Sehun?” Sapanya.

 

“I-iya?”

 

“Ada yang ingin aku bicarakan.”

 

Tanpa bertanya lagi, Sehun mengikuti langkah kaki ayahnya yang menuju ke suatu tempat. Senyumnya masih mengembang, ia merasa tidak bisa untuk tidak tersenyum.

 

“Kau harus menikahi Seohyun.”

 

Perkataan ayahnya membuat senyuman itu perlahan memudar. “A-apa? Tidak.” Sehun menggelengkan kepalanya. “Aku akan menikahi seseorang tapi itu bukan Seohyun.”

 

“Maksudmu Yoona? Kau tidak bisa menikah dengannya.”

 

“Kenapa tidak bisa? Aku mencintainya begitupun sebaliknya.”

 

“Kalian bersaudara.”

 

“Be-bersaudara?”

 

Sehun berpikir keras mengenai perkataan ayahnya barusan. Kemudian ia teringat bahwa tadi siang, Yoona juga mengatakan sesuatu tentang saudara.

 

“A-aku tidak mengerti.”

 

Seunghoon kemudian menceritakan hubungan Yoona dan Kris kepada Sehun. Lelaki pale skin itu tampak sangat terkejut dan sulit menerimanya.

 

“A-Aku benar-benar bingung.”

 

“Yoona bukan putri kandung Jihyun, itu artinya hanya Seohyun yang dijodohkan denganmu. Dan, Yoona adalah saudarimu.”

 

Otak Sehun berpikir keras. “Ta-tapi aku dan Kris hyung tidak ada hubungan darah.”

 

“Kris masuk dalam silsilah keluarga kita, dan itu artinya Yoona juga adalah keluarga kita.”

 

“A-Aku akan ke kamar.” Sehun sangat bingung, ia pun memilih untuk pergi ke kamarnya.

 

_o0o_

 

Yoona masuk ke sebuah restoran, matanya berpencar ke setiap sudut mencari seseorang. Kemudian ia tersenyum ketika melihat seseorang melambai padanya.

 

“Maaf, paman. Aku terlambat.”

 

“Duduklah.”

 

Di tempat ini Yoona bertemu dengan Seunghoon. Ia datang sedikit terlambat karena dosen masuk tidak tepat waktu dan keluar juga tidak tepat waktu.

 

“Kau ingin memesan sesuatu?”

 

“Tidak perlu, paman.”

 

Keduanya pun larut dalam sebuah pembicaraan. Seunghoon bertanya tentang pengalaman Yoona selama di Jepang dan apa saja yang ia kerjakan. Ia juga mengutarakan rasa sesalnya karena baru hari ini ia sempat menemui Yoona sejak kepulangan gadis itu dari Jepang.

 

“Kudengar sekarang kau tinggal sendirian diapartemen.”

 

“Itu benar.”

 

Seunghoon menatap gadis di depannya. “Aku akan sangat merasa berdosa pada mendiang saudaraku jika membiarkanmu hidup sendiri.”

 

Yoona balas menatap pria itu, ia bingung dengan ucapan Seunghoon barusan. “ Kris sudah memberitahuku.” Ucap Seunghoon ketika menyadari raut wajah Yoona. “Tinggallah bersama kami.” Akhirnya Seunghoon mengutarakan maksud dari pertemuan ini.

 

“A-Aku sangat berterima kasih, tapi—“

 

“Aku mohon padamu.”

 

“Pa-paman tidak perlu seperti ini.” Yoona gelagapan, bagaimanapun orang yang memohon padanya sekarang adalah salah satu orang paling dihormati di negeri ini.

 

“Ba-baiklah, aku akan tinggal bersama paman.”

 

_o0o_

 

Sehun baru saja pulang dari kampus dan tiba di rumah, bersama Seohyun tentunya. Lelaki itu  langsung menuju ke kamarnya hendak beristirahat. Dan betapa terkejutnya ia saat tak sengaja bertemu dengan seseorang.

 

“A-Apa yang kau lakukan di sini?”

 

_o0o_

 

“Jadi, mulai sekarang kau akan tinggal di sini?”

 

“Ya. Eum, sejujurnya aku sudah menolaknya, tapi paman yang memintaku.” Tepat setelah ia selesai bicara, Yoona merasakan beban di bahunya. Gadis itu menoleh dan mendapati bahunya menjadi tempat sandaran kepala Sehun.

 

“Sangat sulit mempercayai bahwa kita sekarang adalah keluarga.”

 

“Aku juga merasa seperti itu.”

 

Kemudian keduanya diam, hanya hembusan angin malam yang mengisi keheningan di antara mereka. Yoona dan Sehun sedang duduk berdua di bangku taman yang berada di halaman samping. Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap taburan bintang, kemudian ia merasakan lengan seseorang menelusup di pinggangnya.

 

“Aku pikir dengan kembalinya dirimu, semua masalah akan teratasi.”

 

Yoona tersenyum kecil ketika mendengar lelaki itu menggerutu. “ Sayang sekali, kita hanya ditakdirkan bersama sebagai saudara.” Ucapnya. “Dan aku rasa semua masalah memang sudah teratasi.”

 

“Bagiku tidak seperti itu.”

 

“Berarti kau yang bermasalah.”

 

“Benar sekali.” Sehun menumpukkan dagunya di bahu sempit Yoona, ia menatap gadis itu dari samping.  “Dan masalahku disebabkan olehmu.” Lelaki itu  memajukan wajahnya.

 

Yoona sedikit terkejut ketika merasakan lehernya dikecup , ia bergerak hendak mendorong Sehun, tapi tangannya telah dikunci oleh lelaki itu dan membuatnya tak bisa melakukan apa-apa. Setelah cukup lama, akhirnya Sehun menjauhkan wajahnya dari ceruk leher gadis itu.

 

“Hanya ada satu cara untuk menyelesaikannya.”

 

_o0o_

 

“Kau benar-benar br*ngsek, Oh Sehun idiot!.”

 

“Ini bagian dari caraku menyelesaikannya.”

 

“Aku akan memotongnya besok.”

 

“Kau akan menyesal.”

 

“Tidak ak—akhhh. . .cukup.” Yoona mencubit lengan Sehun dengan keras hingga menimbulkan bercak merah. Itu hanya sebagian kecil jika dibandingkan dengan bekas cakaran di punggung lelaki itu.

 

“Aku masih bisa bertenaga.”

 

“Dasar gila! Kau me—aahhh, .melakukan ini pada saudaramu.”

 

“Kau bukan saudaraku.” Sehun menggeram pelan. “Bahkan jika ternyata kau adalah saudara kandungku, aku tidak akan menyesal.”

 

“Se-Sehunhhh. ..”

 

“Dengan begini tidak ada lagi yang menghalangiku untuk memilikimu.” Sehun memejamkan mata sambil mendesah panjang.

 

END

Ku tau ini gantung, ku tau ini gak jelas, ku tau kalian ingin memaki diriku TvT

But, terima kasih sudah membaca fic abal ku :”)

Silahkan keluarkan uneg2 kalian XD

Advertisements

5 thoughts on “You Are My Destiny – 9 [End]

  1. Eeeeeee….. Udah END.. ? Serius…? Saudara…??? Ige mwoya…??? Endingnya mereka ngapain…? Tulisannya sih emang udah END
    .. Tp rasanya kek makan bakso tanpa pentol sama kuahnya…

  2. ige mwoya,, lagi asik2 ny kok end?? trus yoona ny hamil kagak?? trus ayahnya sehun ngerestuin apa??
    oh GOD😱😱😱😱please sequel thor 😭😭😭😭😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s